HeadlineUmum

Forkopimcam Ujungjaya Terus Sosialisasikan Antisipasi Covid-19

FORKOWAS.com – Forkopimcam Ujungjaya beserta para kepala desa dan anggota DPRD Komisi II Asep Sumaryana mengikuti acara telekonferensi dengan Bupati Sumedang, dalam rangka Crisis Center penanganan Covid-19 .

Camat Ujungjaya, Didin Hermawan mengatakan, bahwa sebelum terbitnya maklumat Kapolri pihaknya sudah memberikan himbauan kepada seluruh kades yakni wajib menyampaikan melalui masjid terkait Social Distanching Covid-19.

“Kami yakin imbauan Forkopimcam yang pertama yakni per tanggal 23 Maret 2020. Artinya, sebelum terbitnya himbauan Kapolri, dan itu yang sudah kami lakukan upaya tahap pertama,” ujar Didin Wahidin.

Ia menuturkan, ditujukan kepada kades dan ketua DKM untuk di umumkan di 44 masjid yang ada di Kecamatan Ujungjaya.

Kemudian yang kedua, setelah maklumat Kapolri, kami himbau kembali bagi pendatang langsung wajib lapor dan isolasi.

“Sementara berkenaan dengan ibadah keagamaannya karena wilayah kami termasuk yang sangat kental ibadah keagamaannya himbauan kami di perkuat oleh Ketua MUI Kecamatan Ujungjaya,” ujarnya.

Bahwasanya, majelis taklim dan pengajian Kami sudah sepakat untuk ditunda dulu bahkan bagi yang mau hajatan pernikahan pun sama ditunda dan hanya akadnya saja.

Termasuk yang luar biasa adalah penindana sementara agenda pengajian Ponpes Mathlaunnajah yakni akan melaksanakan pengajian akbar yang menghadirkan ulama besar dari Jakarta yang jemaahnya sampai ribuan yakni Habib Alwi Assegaf.

Yang seharusnya di laksankan oada tanggal 24 Maret 2020, Alhamdulillah berkat kerja sama kami Forkompimcam dengan MUI dan kepala KUA serta Kepala Puskesmas bisa kerja sama dengan Panitia dan Habib pun menyetujuinya untuk di tunda.

Maka kata Didin wahidin, dengan demikian upaya pencegahan yang sudah kami lakukan bersama dengan semua pemangku kepentingan, sekarang tinggal fokus ke isolasi bagi putra daerah Ujungjaya yang bekerja di luar baik di luar negeri maupun di luar daerah yaitu merujuk kepada himbauan kami yang terbaru yaitu begitu datang kita posisikan sebagai ODP.

Sehingga wajib hukumnya bagi yang bersangkutan dan keluarga untuk tinggal di rumah selama 14 hari.

Sehingga tidak membuka ruang atau peluang menularkan kepada keluarga yang lain.

Sementara untuk data terkini yang tadi disampaikan oleh Sekda bahwa semua data dari Puskesmas, kami tidak pernah merilis melaporkan atas data sendiri tapi melalui Puskesmas dulu.

Karena, yang lebih tahu puskesmas dan memang alurnya atau SOP nya harus seperti itu.

“Para keluarga yang kedatangan keluarganya dari luar, mereka wajib lapor secara berjenjang melalui RT, RW kades ke Puskesmas lalu ke kami,” ucapnya.

Sehingga untuk per 31 Maret 2020 kami sudah laporkan bahwa orang yang datang dari luar kota 683 orang dan kami masukan dalam kategori ODP.

Dan orang dengan gejala-gejala yakni panas batuk dan kelelahan itu sesuai dengan SOP pencegahan, kami posisikan yang menjadi fokus selama 14 Hari dalam pantauan.

Sementara yang tanpa gejala nya ada 631 orang dengan demikian sampai saat ini Alhamdulillah tidak ada yang masuk ke wilayah kami yang PDP apalagi positif atau lainya.

Namun demikian tidak akan mengurangi kewaspadaan kami untuk tetap menjaga masyarakat ujungjaya tetap terbebas dari wabah Covid-19. (Ceng)***

 

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close