Umum

Dugaan Pungli Pencairan Honor Daerah Disdik Sumedang, Diperbincangkan

FORKOWAS.COM, SUMEDANG – 
Dugaan pungutan liar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, hangat diperbincangkan.

Akhir-akhir ini, sejumlah guru berstatus honorer di Sumedang, mengeluh.

Karena, mereka dimintai sejumlah uang, mulai dari Rp 1,5-Rp 3 Juta oleh oknum, untuk pelicin sebagai pencairan Honor Daerah (Honda).

Salah seorang nara sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku jika dirinya sudah terjaring menjadi penerima Honda.

“Saya merasa senang, karena kepala sekolah sedang memperjuangkan honor itu,” katanya, kepada sejuamlah wartawan, Senin (8/4).

Selang beberapa hari kemudian, uang itu cair dan langsung dia terima.

Namun, kata dia, kebahagiaannya itu pudar seketika, setelah kepala sekolah meminta uang sebesar Rp 1,5 Juta, dengan alasan, untuk administrasi.

“Kalau sebelumnya tahu harus bayar, saya akan menolaknya,” ucap.

Kemudian, ia berniat mengembalikan uang itu , namun yang didapat, perlakuan yang tidak menyenangkan dari sang kepala sekolah.

“Saya bingung kalau harus bayar segitu, dalam jangka waktu yang singkat),” katanya.

Bahkan uang administrsi itu, dia anggap sebagai uang pelicin atau sogok.

Pasalnya, tidak ada satu lembar berkas pun, yang harus ditandatangani, sebagai mana layaknya berkas adminustrasi.

“Saya ahrus bagai mana pak, karena honor ini tidak bisa dibatalkan, sedangkan untuk membayar Rp 1,5 Juta, saya uang dari mana,” ucapnya.

Hal sama, diungkapkan honorer lainnya, yang merasa keberatan dengan uang adminintrasi, yang sangat memberatkannya itu.

Menyikapi kasus dugaan pungli tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Unep Hidayat mengatakan, jika Dinas Pendidikan tidak pernah sepeserpun memungut uang dari guru, apalagi statusnya sebagai tenaga honorer.

Jika ada oknum di Dinas Pendidikan, baik di kabupaten atau di kecamatan dan terbukti menerima uang sogokan, ia tidak segan menindak tegas.

“Jika benar, tindakan tersebut dinilai sangat kurang ajar,” ujar Unep.

Unep mengaku hal itu tidak manusiawi itu, honorer dimintai sejumlah uang, dari mana datangnya itu perintah?.

Tidak mungkin pihaknya berbuat seperti itu dan yang ada, Dinas Pendidikan tengah mengupayakan semua guru honorer, untuk mendapatkan honor daerah.

“Haram bagi kami untuk menerima uang keringat mereka, dan kami tidak memerintahkan seperti itu,” katanya.

Pelaku yang memungut uang dari tenaga honorer, merupakan oknum, tampaknya sengaja ingin mencoreng nama baik Dinas Pendidikan. (F2)*

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close