Umum

Korban Banjir Bojongasih Dayeuhkolot, Kini Miliki Perahu untuk Evakuasi


Gerakan Indonesia Kita (GITA) Bandung Raya menyerahkan bantuan perahu dan ban dalam truk dan bus kepada warga korban banjir di Kampung Bojongasih Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Selasa (16/4/2019).

Koordinator GITA Bandung Raya Dudi Andre Setiawan, S.Sos., didampingi GITA Koordinator Wilayah Kabupaten Bandung Agus Winaya langsung menyerahkan bantuan perahu dan ban dalam tersebut kepada perwakilan korban banjir, Juna Junaedi di Kampung Bojongasih.

Para korban banjir pun menyambut baik atas kepedulian sosial GITA Bandung Raya tersebut.

“Bantuan tersebut lain dari yang lain. Pasalnya, kami dari GITA tidak membantu korban banjir dengan cara menyumbang makanan. Melainkan, memberikan bantuan berupa 1 unit perahu dan beberapa ban dalam truk dan bus ditambah pelampung,” kata Dudi Andre di Dayeuhkolot, Selasa malam.

GITA, imbuh Dudi Andre, memberikan bantuan perahu, ban dan pelampung itu setelah mengamati bencana banjir di Bandung Selatan, khususnya di Kecamatan Dayeuhkolot yang sudah berlangsung beberapa pekan ini belum kunjung reda.

“Atas dasar itulah, GITA Bandung Raya terpanggil untuk berpartisipasi dan berdedikasi memberikan bantuan kepada warga korban banjir,” jelas Dudi Andre.

Ia berharap, bantuan yang diberikan itu berupaya untuk menutupi kekurangan apa yang dibutuhkan para korban banjir.

“Perahu yang kami berikan bisa digunakan untuk evakuasi warga korban banjir sampai ke gang-gang kecil,” harapnya.

Dikatakan Dudi Andre, bantuan yang disumbangkan itu  merupakan inisiatif GITA. “Mengingat, sejak 4 pekan diterjang banjir di kawasan tersebut, berbagai pihak banyak yang membantu korban banjir dengan mayoritas bahan pangan,” jelasnya.

Sedangkan, imbuh Dudi Andre, bantuan untuk alat evakuasi dan keselamatan pengungsi masih minim.

Apa lagi besok, Rabu 17 April 2019 adalah pelaksanaan pemilu presiden dan legislatif serentak.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan warga korban banjir  untuk tranfortasi ke tempat pemungutan suara (TPS). Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat mengurangi golput akibat bencana banjir tersebut,” ungkapnya.

Kedepan, ia berharap, perahu ini akan jadi aset warga Kampung Bojongasih yang aktif dalam evakuasi banjir, serta membantu progam kampung siaga bencana yang telah dicanangkan pemerintah pusat, dan juga pemerintah Kabupaten Bandung.

Untuk diketahui, kata Dudi Andre, GITA ini merupakan  sekumpulan inisiatif warga dari berbagai latar profesi, pendidikan, dan mungkin beda nasib.

GITA Berdiri bukan didasari oleh suatu keprihatinan mengenai situasi sosial.

“Tapi  GITA berhimpun justru karena didasari oleh optimistis dan rasa riang gembira karena melihat potensi-potensi.  sosial, yang anggotanya bergerak memajukan Indonesia. Sejak berdiri, GITA bergiat  memajukan kebudayaan melalui jalur kesenian serta dalam kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya. (KS)*

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close