Bewara Jabar

Kirab Mahkota dan Panji Sumedang Larang

FORKOWAS.COM, SUMEDANG –  Dalam rangka menyambut hari jadi Sumedang pasti ke-441, Karaton Sumedang Larang kembali menggelar event Seni dan Budaya Kasumedangan bertajuk Kirab Mahkota dan Panji Sumedang Larang, Minggu (21/4).

Dalam rangkaian kegiatannya itu, sejumlah tokoh adat Sumedang kembali menyusuri jejak langkah para leluhur Sumedang terdahulu, untuk mengarak Panji-panji kebesaran dan Mahkota peninggalan Kerajaan Padjajaran, yang pada waktu itu diserahkan kepada Kerjaan Sumedang larang lewat Prabu Geusan Ulun.

Ketua Panitia Hari Jadi Sumedang (HJS), Herman Suryatman mengatakan, pihaknya turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, di era globalisasi dan digitalisasi saat ini kehadiran budaya leluhur, terutama budaya kasumedangan harus terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

“Makna dari kegiatan hari ini adalah bagian kita belajar dari masa lalu, mengkaji hari ini, untuk menjemput masa depan. Jadi kita ambil spirit para leluhur kita ‘Insun medal, Insun medangan’ yang mengandung arti, aku lahir untuk memberikan penerangan demi mewujudkan Sumedang Simpati,” kata Herman saat ditemui sejumlah awak media di sela kegiatannya.

Dikatakan Herman, spirit budaya untuk menghidupkan kembali tradisi leluhur dan identitas diri Sumedang harus terus digelorakan pada momentum hari jadi Sumedang dan berdampak langsung pada sanubari masyarakat Sumedang.

“Mudah-mudahan masyarakat Sumedang hari ini, baik birokrat, pengusaha hingga semua komponen daerah untuk bersama-sama mengibarkan kembali filosofis Sumedang. Kalau saja nilai filosofis insun medal, Insun medangan menggelora di dada masyarakat Sumedang, berbagai macam tantangan pasti akan mudah dihadapi,” ucapnya.

Senada dengan Herman, Camat Sumedang Utara, Dikdik Syeh Rizki yang dalam kesempatan tersebut mendapat amanah untuk menerima kedatangan rombongan Kirab Panji dan Helaran Mahkota Binokasih dari dua titik yang berbeda.

Ia turut mengucapkan apresiasi, lantaran dalam kesempatan tersebut Sumedang Utara kembali menjadi salah satu kecamatan yang dilalui oleh rombongan dari Keraton Sumedang Larang.

Terlebih letak geografis Sumedang Utara menjadi salah satu napak tilas sejarah Sumedang pada masa lampau.

“Saya bersyukur, juga mengucapkan banyak terima kasih, dimana di Sumedang utara inu  bangunan nya merupakan warisan sejarah leluhur Sumedang. Sehingga setiap kegiatan kegiatan yang menyangkut hari jadi Sumedang pasti Sumedang Utara ini merupakan ikon event-event seni dan budaya Kasumedangan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu duta Karaton Sumedang Larang, N.R Rulany Indra Grafika Rusadi Wirahaditenaya menjelaskan, kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang mempunyai nilai momentum luhur.

Sebab menurutnya, jika dikaitkan dengan rangkaian hari jadi Kabupaten Sumedang yang ke-441, seakan mengingat momentum ketika diserahkan Mahkota Binokasih dari kerjaan Padjajaran ke kerajaan Sumedang Larang.

“Acara ini sudah turun-temurun dari dulu menjadi sebuah budaya masyarakat Sumedang, disini banyak unsur-unsur budaya. Sehingga hal ini patut kita jaga terus agar dapat meningkatkan rasa cinta kita terhadap budaya Sumedang, terutama untuk generasi muda,” tutur wanita yang akrab disapa Bunda Ully.

Lebih jauh, Bunda Ully mengajak kepada segenap masyarakat di Sumedang, khususnya pada momentum hari jadi Sumedang ke-441 ini, agar mendukung Sumedang menjadi ikon budaya sunda di Jawa Barat.

Terlebih saat ini dirinya dipercaya sebagai Ketua Presidium Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara Padjajaran Wilayah Jabar, merasa berkewajiban untuk mendukung budaya di tatar Sunda supaya lebih gebyar lagi.

“Saya berharap momentum ini dijadikan Dasar kita bersama masyarakat untuk tetap melanjutkan pembangunan Sumedang yang lebih baik. Mudah-mudahan lewat kegiatan ini Sumedang tetap menjadi puseur budaya sunda yang bisa memenuhi kebutuhan dan tuntunan masyarakat Sumedang secara keseluruhan,” pungkasnya.

Dalam pagelaran Kirab Panji dan Helaran Keraton Sumedang Larang tersebut dibagi dalam dua agenda tersendiri dan melewati beberapa titik di Kota Sumedang.

Rute pertama yakni rute kirab Panji, diawali di sekitar Kecamatan Darmaraja, Cisitu, Ganeas, dan Sumedang Utara.

Sedangkan rute dua, yakni rute Kirab Mahkota dan Siger, diawali di Desa Padasuka, Situs Hanjuang Kutamaya, Islamic Center, BNI 46, sampai Kecamatan Sumedang Utara.

Dari dua rute tersebut, Kecamatan Sumedang Utara menjadi titik kumpul rombongan sebelum melanjutkan kirab ke Gedung Srimanganti (Museum Prabu Geusan Ulun).

Hadir juga Artis pituin Sumedang, Paramitha Rusady, sebagai Duta Karaton Sumedang Larang. Dengan menaiki Kereta Naga Paksi bak sang raja dan Ratu, Ia yang tak pernah absen pada acara ini mendadak jadi sorotan masyarakat untuk sekedar berswafoto.

Bahkan Sultan dari Palembang dan raja-raja dari daerah lainnya, hingga Kedutaan Perancis dan perwakilan UNESCO serta rombongan dari Bikers Brotherhood juga tampak hadir. (Ahmad Hambali)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close