Umum

Warga Kampung Nanggela Diduga Terserang DBD, 1 Meninggal Dunia

FORKOWAS.COM, BANDUNG- Empat warga di Kampung Nanggela RW 09 Desa Cipaku Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung dikabarkan terjangkit positif demam berdarah dengue (DBD).

Dikabarkan, sampai Senin (29/4/2019), belum ada tindakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang turun tangan menangani warga yang sakit tersebut.

Tetapi wartawan belum bisa memastikan penyakit yang diderita warga  tersebut, karena belum ada keterangan resmi dari dokter atau Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang memeriksa warga yang menderita sakit tersebut.

Tetapi ketika wartawan mengkonfirmasikan atau menginformasikan hal itu kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung drg. Hj. Grace Mediana, pihaknya langsung respon dan akan menindaklanjutinya.

Keempat warga yang diduga sakit karena terjangkit DBD itu, yakni atas nama Cici (2) warga Kampung Nanggela RT 04/RW 09 Desa Cipaku.

Selain itu, Ilham (3), beserta ibu kandung Ilham, Nia juga diduga terserang penyakit DBD, masih warga yang sama.

Seorang lagi Rika Rahayu Bin Amang Salih (8), siswi kelas 2 SDN Nanggela, juga masih warga setempat.

Ketua RW 09 Adid mengatakan, empat warga yang diduga menderita DBD itu, satu orang di antaranya atas nama Rika Rahayu bin Amang Salih (8), diketahui meninggal dunia, Senin dini hari pukul 01.30 WIB.

“Bahkan, hari ini (Senin, red) korban DBD 1 orang meninggal dunia di RSUD Majalaya,” kata Adid kepada wartawan  melalui whatsapp, Senin pagi.

Sebelum diketahui meninggal dunia, Adid menjelaskan, Rika Rahayu sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD)  RSUD Majalaya untuk menjalani pemeriksaan medis, Sabtu (27/4/2019) pukul 14.00 WIB.

“Pasien atas nama Rika Rahayu, sempat dilakukan tindakan oleh dokter IGD, bahkan diambil sampel darahnya. Disebutkan, Rika Rahayu gejala tipes,” kata Adid.

Setelah diperiksa kesehatannya, imbuh Adid, pasien disuruh pulang dan tidak dirawat. “Bahkan, diberi obat 2 jenis untuk  diminum oleh pasien sehari 3 kali,” jelasnya.

Menurut keterangan dari dokter, kata Adid, kalau sampai hari Senin ini tidak ada perubahan dibawa lagi ke RSUD Majalaya.

“Alhasil pasien meninggal tadi malam pukul 01.30 WIB dengan gejala panas malik tiis, dibawa ke IGD sudah meninggal di jalan,” ungkapnya.

Selain Rika Rahayu, kata Adid, satu lagi balita atas nama Cici (2), anak dari Ny. Evi sudah tiga hari dirawat di Ruang Anyelir RSUD Majalaya.

“Satu lagi atas nama Ilham, bayi Nia, dua-duanya anak dan ibu dirawat di RSUD Majalaya,” katanya.
Mendapat informasi dari warga Kampung Nanggela, awak media langsung mengkonfirmasikan dugaan penyakit DBD yang diderita empat warga tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung drg Hj. Grace Mediana.

“Kami tindak lanjuti,” kata Grace.

Grace Mediana pun mengimbau kepada warga Kabupaten Bandung, untuk pencegahan awal penyakit DBD, yaitu melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus (menguras, menutup dan mengubur) tempat persarangan nyamuk.

“Plusnya, memasang obat nyamuk dan membersihkan lingkungan. Yang penting menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan sarang nyamuk,” kata Grace.

Grace Mediana pun mengingatkan kepada warga tentang gejala awal yang diderita warga bakal terkena penyakit DBD.

“Biasanya ada demam. Demam disertai nyeri ulu hati. Kalau demam sudah 3 hari segera periksa ke dokter. Untuk yang ada gejala demam, diberikan minum yang banyak,” kata Grace.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close