Bewara Jabar

Kapolsek Ibun Mendadak Jadi “Tukang Ganjal”

FORKOWAS.COM, BANDUNG-
Kapolsek Ibun, Iptu Carsono mendadak menjadi tukang ganjal di tanjakan jalur alternatif Jalan Kamojang-Ibun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Jumat (7/6/2019) siang hingga malam hari.

Ia bersiaga di jalur mudik dan balik Lebaran itu sejak pagi hingga tengah malam, pada setiap harinya selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2019 ini.

Carsono bersama anggota Polsek Ibun lainnya beserta para relawan lainnya terpaksa menjadi tukang ganjal dadakan karena ramainya kendaraan para pemudik Lebaran yang melintasi jalur alternatif Kamojang-Ibun yang tembus Garut tersebut.

Sewaktu-waktu kendaraan yang melintasi jalur tersebut padat dari kedua arah, baik dari arah Majalaya tujuan Garut maupun sebaliknya.

Bahkan petugas sempat menghentikan kendaraan yang melaju dari arah Garut tujuan Majalaya yang melaju menurun karena lebih dulu memprioritaskan kendaraan dari arah berlawanan yang melaju menanjak.

Sebaliknya, petugas juga sempat menghentikan laju kendaraan dari arah Majalaya tujuan Garut, disaat ada kendaraan roda empat yang mogok atau berhenti di tanjakan karena tak kuat menanjak.

Disaat ada kendaraan yang mogok atau tak kuat menanjak di tanjakan Jalan Kamojang-Ibun, Carsono bersama anggota Polsek Ibun lainnya dan para relawan bergegas berlari ke arah mobil yang bertahan di tanjakan.

Pasalnya, kendaraan mogok dapat menghambat laju kendaraan lainnya.

Anggota Polsek Ibun tersebut langsung memasang kayu ganjal di bagian roda bannya, dengan harapan untuk menahan kendaraan tidak mundur karena sangat membahayakan bagi kendaraan lainnya yang ada di belakang.

Disaat ada kendaraan yang tak kuat menanjak, Carsono pun memerintahkan para penumpang lainnya turun untuk memuluskan laju kendaraan di tanjakan.

Saat itu pula, Carsono bersama anggota kepolisian dan para relawan mendorong kendaraan yang mogok di tanjakan.

Pada saat itu, pelayanan personel kepolisian kepada para pemudik Lebaran sangat melelahkan, tetapi mereka mengaku bahagia dan senang karena bisa membantu para pemudik yang hendak pergi ke kampung halamannya.

“Banyak kendaraan yang tak kuat menanjak di tanjakan Kamojang-Ibun, terutama di sekitar kawasan Pemakaman Umum Patrol dan SDN Patrol. Langkah-langkah yang dilakukan, selain melakukan pengganjalan dan mendorong kendaraan, juga menurunkan penumpang untuk melancarkan lalulintas kendaraan,” kata Carsono kepada wartawan di jalur Kamojang-Ibun, Jumat malam.

Carsono mengatakan, banyaknya kendaraan yang tak kuat menanjak itu, salah satunya disebabkan oleh kepiawaian pengemudi saat mengendaraai kendaraan tersebut.

“Soalnya, ada di antara mobil mewah yang tak kuat menanjak, karena sopirnya tak piawai mengendarai mobilnya. Selain itu bisa juga disebabkan karena pengemudinya tak tahu situasi medan. Seharusnya, pengemudi saat berada di bawah dan hendak menanjak, menggunakan gigi satu. Ini menggunakan gigi tiga, ya saat berada di tanjakan tak kuat menanjak akhirnya kita turun tangan menyiapkan kayu ganjal. Untung, kita sejak awal melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2019, sudah menyiapkan kayu untuk mengganjal kendaraan yang mogok dan tak kuat menanjak,” pungkasnya.**

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close