Umum

Waspadai, Modus Penipuan Gadai Mobil

FORKOWAS.COM, CIMANGGUNG – Seorang kontraktor (pemborong) bernama R Achmad Sudrajat diduga menggelapkan uang ratusan juta dari beberapa korbannya di Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.

Achmad alias Ajo, merupakan warga Lingkungan Kaum no 22 RT 02/10 Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan ini, berdalih meminjam uang kepada para korbannya dengan jaminan kendaraan roda empat.

Namun sayang, kendaraan yang menjadi jaminan adalah kendaraan rental mobil milik orang lain.

Sejumlah korban mengaku merasa tertipu dengan Achmad alias Ajo karena sampai saat ini pelaku tidak diketahui batang hidungnya.

Salah seorang korban yang juga wartawan di salah satu surat kabar lokal di Sumedang, Iman Nurman mengaku dirinya ditipu oleh Achmad uang senilai Rp 20juta.

Dirinya meminjamkan uang kepada Achmad melalui (perantara, red) Eri pemilik Material Samson di Dusun Cikandang/Celom Gado Desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung.

“Awalnya saya hanya kepercayaan saja melalui Eri. Transaksinya pun dilakukan di depan Material yang masuk wilayah Hukum Polsek Cimanggung,” katanya di Mapolsek Cimanggung.

Awal pertama meminjamkan uang, pelaku memang memberikan satu unit mobil Avanza warna putih Nopol Z 1229 AL, namun dihari berikutnya pelaku menukarkan mobil lagi dengan merek yang sama.

“Saya curiga kenapa jaminannya ditukar tukar. Kan jadi rubah kwitansinya tidak sesuai. Ketika ditanya ke rekan saya Eri, gak apa apa memang Achmad mobilnya banyak milik adiknya yang membuka showroom mobil di bilangan Rancapurut Sumedang. Saya percaya saja karena ada Eri yang meyakinkan,” akunya.

Lain halnya dengan Rizal. Seorang guru honorer di Parakanmuncang itu ditipu oleh Achmad uang senilai Rp12 juta. Modusnya nyaris sama dengan korban sebelumnya, yakni meminjam uang dengan jaminan mobil.

Namun ditengah perjalanan mobil dipinjam tersangka dengan alasan mau ditukar. Sampai dua minggu pelaku melarikan diri dan tidak pernah menemui korban.

“Ngakunya mobilnya mau ditukar dengan mobil lain. Jaminannya KTP asli pelaku. Namun sudah dua minggu lebih, mobil tidak kembali, uang saya gak dibayar,” katanya.

Hal senada dikatakan Jajang warga Cibulakan Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung. Dia tertipu uang Rp 55 juta oleh Achmad dengan jaminan dua unit mobil.

Namun ditengah perjalanan, mobilnya diambil pemilik rental di Sumedang.

“Jelas tertipu karena pelaku menjanjikan mobilnya aman, milik pribadi dan bukan mobil setoran. Eh tak tahunya malam malam ada yang ngambil mobil dari sebuah rentalan di Sumedang dengan membawa polisi. Katanya saya penadah karena mobil itu dilaporkan hilang,” ungkapnya.

Menurut Jajang diamini korban lainnya, jika Achmad tidak membayar utang dan tidak diberikan jaminan sampai Jumat (11/7), maka para korban akan membawa kasus penipuan ini ke ranah hukum.

Informasi yang dihimpun, tidak hanya dari ketiga korban warga Kecamatan Cimanggung dengan Total Rp 87 juta, pelaku juga sempat melakukan hal yang sama kepada dua korban warga Tasikmalaya dan Padalarang.

Dikatakan, taksiran uang yang digelapkan pelaku senilai Rp 200 jutaan.

Sementara itu, Achmad Sudrajat ketika dihubungi mengatakan dirinya terlilit utang kepada buruh kuli bangunan di sebuah proyek pabrik di Solokan Jeruk Kabupaten Bandung.

Dirinya harus membayar upah pegawai sementara dari perusahaan belum juga dibayarkan.
“Saya ngaku hilap dan saya berbohong, Insya Allah dengan adik saya yang punya showroom utang kepada korban akan saya bayar,” ucapnya.

Sementara itu adik pelaku, Romli yang memiliki showroom Shofa Motor di bilangan Rancapurut Kecamatan Sumedang Utara mengaku tidak tahu menahu urusan utang piutang atau dugaan penipuan yang dilakukan  kakaknya ke sejumlah korban di Cimanggung.

“Jangankan bapak, uang saya juga dipakai Achmad Rp100 juta lebih untuk keperluan proyek di Solokan Jeruk. Kami dari pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke yang bersangkutan. Karena mau apa yang dijual, kami sudah tidak punya apa-apa,” katanya.

Konon, kata Romli, saking banyaknya orang yang menagih utang ke Achmad, kedua orang tuanya yang merupakan pensiunan PNS itu diungsikan ke rumah kerabatnya karena takut terjadi apa apa.

“Orang tua kami diungsikan ke rumah kerabat. Pelaku tidak pernah pulang ke rumah dan hilang kontek,” tandasnya.

Sementara, terpantau beberapa korban dugaan kasus penipuan tersebut, melakukan konsultasi hukum ke Polsek Cimanggung. (Syarif) *

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close