Umum

Sistem Transparansi Pemerintah Melalui Proses Digitalisasi

BANDUNG, FORKOWAS.COM.- Sistem transparansi melalui proses digitalisasi dalam menjalankan manajemen pemerintahan yang bersih menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan untuk mengimbangi perkembangan globalisasi di zaman milenial ini.

Untuk mengimbangi perkembangan informasi dan teknologi itu, pendidikan moral dan akhlak generasi muda dalam menumbuhkan bangsa yang religius harus menjadi perhatian bersama.

Hal ini seiring dengan program K.H. Ma’ruf Amin, calon Wakil Presiden RI terpilih dalam menggulirkan Gus Iwan (Santri Bagus, Pintar Ngaji dan Wirausahawan) yang akan dilaunching di Kabupaten Bandung.

Direktur Utama PT. Indojava yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kabupaten Bandung H. Yus Russamsi Ahmad mengatakan, sistem transparansi melalui proses digitalisasi dalam manajemen pemerintahan di Kabupaten Bandung harus dilaksanakan yang merupakan bagian dari inovasi.

“Proses transparansi melalui proses digitalisasi ini akan mencegah dan tidak ada peluang untuk melakukan korupsi dalam penyaluran anggaran. Baik anggaran yang digulirkan dari pemerintah pusat ke daerah maupun dari daerah ke kecamatan dan desa. Semuanya tercatat dan masuk pada input data digitalisasi tersebut. Semuanya akan serba transparan dan tidak ada yang ditutupi,” kata Yus Russamsi Ahmad, tokoh muda berusia 40 tahun kepada wartawan di kantornya Jalan Kondang Desa/Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (4/8/2019).

Menurut Yus Russamsi Ahmad, melalui proses digitalisasi itu, semua anggaran yang masuk maupun yang keluar, termasuk sasaran pemanfaatan dan penggunaannya akan tercatat melalui digitalisasi tersebut.

“Termasuk program pembangunan yang direncanakan, sedang dikerjakan maupun yang sudah dikerjakan. Serta anggarannya berapa yang disiapkan maupun yang terserap akan tercatat pada digitalisasi itu. Yang jelas semua data berbagai kegiatan pembangunan maupun anggaran yang masuk dan keluar akan terinput melalui digitalisasi. Data itu bisa diakses oleh semua orang, mulai dari pemerintahan pusat, daerah, kecamatan, desa maupun masyarakat umum,” papar Ketua RW 06 Desa Padamulya Kecamatan Majalaya ini saat berbicara ingin ada perubahan dalam pemerintahan di Kabupaten Bandung.

Melalui proses digitalisasi itu, imbuh Yus Russamsi Ahmad, berapa dana corporate social responsibility (CSR) maupun dana bagi hasil (DBH) yang masuk dari berbagai perusahaan maupun lembaga usaha dari BUMD/BUMN bisa terupdate melalui data digitalisasi.

“Makanya saya ingin ada lembaga CSR atau DBH yang khusus mengurus anggaran tersebut di Kabupaten Bandung. Saya memperkirakan dana CSR/DBH di Kabupaten Bandung itu bisa mencapai ratusan miliar rupiah, bahkan triliunan rupiah per tahunnya,” katanya.

Yus Russamsi Ahmad yang saat ini masuk dalam poling bursa calon bupati dan wakil bupati Bandung dari kalangan Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung ini mengatakan, dana CSR/DBH itu bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Di antaranya untuk kepentingan penyelenggaraan pendidikan, khususnya bagi warga usia sekolah dari kalangan tidak mampu bisa melanjutkan pendidikan hingga SMA dan Perguruan Tinggi.

“Supaya tidak ada istilah anak-anak usia sekolah putus sekolah. Inilah pentingnya data digitalisasi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang digulirkan pemerintah. Bahkan melalui proses digitalisasi ini, bantuan pendidikan untuk anak usia sekolah bisa tepat sasaran dan bantuan pun akan diterima utuh oleh sasaran penerima bantuan,” paparnya.

Proses digitalisasi itupula, lanjut Yus Russamsi Ahmad, bisa dimanfaatkan dalam pelayanan ekonomi maupun kesehatan bagi masyarakat.

“Semuanya bisa diakses melalui digitalisasi itu. Inilah pentingnya pejabat pemerintahan kedepan harus siap bekerja dan melayani rakyat. Makanya kita harus lilahitaala dalam bekerja, jangan bekerja karena melihat uang. Tapi kita harus bekerja dengan ikhlas,” ucapnya.

Untuk membangun pemerintahan yang bersih, Yus Russamsi Ahmad pun berharap, mulai dari LSM, OKP, maupun Ormas turut bekerja membantu masyarakat. Bahkan pemerintah yang ada di tingkat desa, RW dan RT harus melek informasi dan siap melayani masyarakat selama 24 jam melalui digitalisasi tadi.

Melalui digitalisasi itu, katanya, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya. Selain itu harapannya kepada pemerintah. Bahkan, masyarakat bisa mengakses informasi melalui digitalisasi tersebut.

Lebih lanjut Yus Russamsi Ahmad mengatakan, pihaknya ingin menjadikan para pemuda sebagai sasaran edukasi dalam peningkatan akhlak dan moral. “Jangan sampai para pemuda terjerumus dalam premanisme, yang dapat meresahkan masyarakat,” katanya.

Untuk itu, katanya, pendidikan pesantren harus menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam peningkatan anggaran pendidikan.
“Makanya, kami ingin melanjutkan program Gus Iwan di Kabupaten Bandung ini. Program K.H. Ma’ruf Amin ini untuk meningkatkan kualitas akhlak dan moral generasi muda,” katanya.

Atas dasar keinginan dan harapannya itu, Yus Russamsi Ahmad menyatakan dirinya siap melangkah pada perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Bandung mendatang.

“Ini sudah menjadi panggilan jiwa, ingin memberikan yang terbaik dan membawa perubahan bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Kita ingin merubah mindset masyarakat dalam meningkatkan pembangunan untuk menuju kabupaten yang berdaya saing dan maju melalui sistem transparansi proses digitalisasi,” katanya.

Namun disinggung sudah ada partai politik yang melobi dan mendorong dirinya maju pada pilkada Kabupaten Bandung mendatang, Yus Russamsi Ahmad masih menunggu.

“Tetapi berbagai pihak sudah mulai bertanya kepada saya. Saya nyatakan siap, jika ditakdirkan untuk maju pada pilkada Kabupaten Bandung. Yang jelas saya siap bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya. *

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close