Bewara Jabar

Pasar Tembakau Tanjungsari Diserobot, Petani Kecewa

TANJUNGSARI, FORKOWAS.COM – Sejumlah petani dan pedagang tembakau di Pasar “Bako” Tanjungsari, berencana Mendatangi Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir.

Mereka, akan mempertanyakan kehadiran pedagang sayuran disana yang dinilai akan merebut lahan usaha petani tembakau.

Hal tersebut, membuat petani dan pedagang tembakau merasa heran yang juga membuat bingung.

Ketua Asosisai Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jabar dan Pengelola Pusat Agribisnis Tembakau, Suryana membenarkan persoalan tersebut.

“Benar, kehadiran mereka (pedagang sayuran) tersebut tak jelas. Datang pun secara tiba-tiba menjajakan sayuran seperti cabai di lokasi pasar tembakau,” ucapnya.
Membingungkan, kata dia, mereka datang dan diperbolehkan berjualan di pasar bako sesuai perintah dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemkab. Sumedang.

“Aneh, ku teu aya bahasa heula ti dinas,” ujarnya di Tanjungsari. 

Dikatakan, pasar bako itu dibangun pada 2002 dan sesuai SK Bupati.

Biaya pembamgunannya Rp 1 miliar dari menteri dan gubernur pada saat itu.

“Dulu, kami mengajukan lokasi tersebut untuk Sub Terminal Agro Bisnis (STA) dan balai pelatihan soa tembakau yang juga pelatihan petani,” ujarnya.

Tolong, kata Suryana, bupati memperhatikan persoalan yang sekarang dihadapi petani tembakau.

Perlus diketahui, ada kontribusi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHC) ke Pemkab Sumedang sebesar Rp 20 miliar setiap tahun.

Harus jadi bahan evaluasi, kata Suryana, jika berencana memakai pasar, idealnya “Aya Bahasa”.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemkab. Sumedang tak ada di tempat. (F1)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close