Umum

Pemdes Sayang Bangun TPS dan SAB

Pemdes Sayang Bangun TPS dan SAB

JATINANGOR, FORKOWAS.COM, 11 September 2019, Desa Sayang Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan Sarana Air Bersih (SAB) .

Peletakan Batu pertama pembangunan TPS dilokasi RT 01 RW 06 Desa Sayang dihadiri oleh DPRD Kabupaten Sumedang Asep Kurnia dan Forkopimka Jatinangor serta tokoh masyarakat.

Kepala Desa Sayang Dodi Kurnaedi mengatakan, dari 38 Desa se-Kabupaten Sumedang Desa Sayang salah satu yang mendapakan Program KOTAKU sebesar Rp 500 juta. Anggaran tersebut peruntukanya untuk pembuatan TPS dan dua titik untuk untuk SAB.

“Masyarakat sangat menginginkan adanya TPS itu, terbukti warga menghibahkan tanahnyaa serta Swadaya hampir terkumpul sebesar Rp22 juta lebih,” tambahnya.

Menurutnya, masalah penangan sampah menjadi target utama. Sehingga dengan mendapatkan bantuan itu semoga bisa menjadi solusi.

“Ukuran bangunan TPS adalah 12X13 meter, yang dindalamnya ada mesin Pencacah dan mesin Pres,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Dodi, dengan menggunakan sistem 3R yakni Residu, Resycle, Reduse,  setidaknya dapat membantu masyarakat dari sisi ekonomi.
Yakni sistem pemilahan sampah an organik dan organik yang nantinya kita kembangkan kedalam sisi ekonomis.

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Sumedang Asep Kurnia mengapresiasi
dengan adanya program kotaku yang merupakan salah satu ikhtiar dari pemerintah untuk membantu masyarakat.

“Disisilain prihatin ternyata di Jatinangor masih ada yang di katagorikan kumuh. Secara umum ini bagi Jatinangor perlu berbenah lagi supaya keliatan lebih rapih dan nyaman,” ungkapnya.

Bahwasanya,  kata Akur, pemerintah Daerah harus memberikan perhatian khusus untuk Jatinangor, jangan sampai ada sampah di pinggir jalan yang bertuliskan di pagar, ‘Jangan buang sampah sembarangan’.

“Berarti ini perlu ditangani serius perlu dibeckup oleh pemerintah, supaya benar-benar di tangani, saya yakin pemerintah pasti bisa mencari solusi untuk penanganan sampah di wilayah Jatinangor bahkan Cimanggung,” katanya.

Bahkan legislasinyapun, lanjut Akur, harus sepakat mendorong Pemerintah lebih serius dalam hal penanganan sampah.

“Di Desa Sayang masyarakatnya sinergi dengan Pemerintaha sampai ada yang mau menghibahkan tanahnya untuk TPS, ini luar biasa,” ucapnya.

Menurutnya, Ini harus diapresiasi oleh Pemerintah Daerah, mungkin kedepannya kalaupun tidak dalam bentuk pinansial diberikan atensi oleh pemerintah untuk dihargai sebagai motivasi bagi yang lainya.

“Tingal ada kesadaran dari semua pihak terkait pentingnya penanganan sampah, pemerintahnya serius dan legislatifnya harus memberikan anggaran yang cukup,” ucapnya.

Asep Kurnia menjelaskan, DPRD  jangan sampai membuat anggaran yang nanggung yakni seperti ada TPS tidak ada angkutan, ada angkutan ada TPS, akses jalan jelek, jalan bagus TPS Ada, Armada ada  pekerja  kurang perhatian.

“Nanti kita coba dorong ataupun mengupayakan buat DLHK untuk penambahan armada pengangkut sampah,” tandasnya. (syarif) ***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close