Bewara Jabar

Jelang Pilkades Serentak, Legislator Ini Temui Warga Di Tiap Desa Kabupaten Bandung

BANDUNG, FORKOWAS.COM –
Pasca-pengucapan sumpah dan janji sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat beberapa pekan silam, H. M. Dadang Supriatna langsung “tancap gas” dan turun ke lapangan untuk melakukan kerja nyata, Sabtu (28/9/2019).

Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini melakukan safari kunjungan ke tiap desa di Kabupaten Bandung yang merupakan asal daerah pemilihannya.

Salah satu desa yang dikunjungi adalah Desa Tanjunglaya Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Ia bertemu dengan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pihak lainnya.

“Sekarang ini, saya lagi melakukan kunjungan safari ke tiap desa di Kabupaten Bandung. Sekaligus memantau desa-desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2019 mendatang. Pilkades di Kabupaten Bandung itu melibatkan 199 desa. Ini menjadi perhatian saya sebagai wakil rakyat untuk menciptakan situasi kondusif, aman, damai dan sejuk,” kata Dadang kepada wartawan di Desa Tanjunglaya, Sabtu malam.

Di sela-sela kunjungannya ke lapangan, Dadang menyempatkan diri melihat pembangunan Masjid Jami Alfurqon di Desa Tanjunglaya. Ia pun terlihat bersilaturahmi dengan tokoh agama dan warga sekitar.

Di antaranya membahas tentang pembangunan sarana dan fasilitas ibadah tersebut.

“Saya bersilaturahmi dengan warga dalam rangka ucapan terima kasih atas doa dan dukungannya, sehingga saya terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024,” tuturnya.

Dadang berharap dalam melaksanakan tugasnya itu benar-benar amanah dan kedepannya bisa membantu program pembangunan di desa tersebut.

“Dengan cara turun ke lapangan, saya pun bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat. Mulai dari harapan dan keinginannya untuk peningkatan pembangunan di desa-desa,” katanya.

Terkait dengan aspirasi yang disampaikan warga tersebut, imbuh mantan Anggota DPRD Kabupaten Bandung ini, menjadi PR dirinya untuk disuarakan dan direalisasikan dalam bentuk karya nyata. Untuk merespon keinginan warga itu, ada yang membutuhkan waktu cepat dan ada pula membutuhkan sebuah proses.

“Saya sebagai wakil rakyat harus mendengar dan merespon langsung apa yang diaspirasikan oleh masyarakat. Jika aspirasi warga itu, bisa dikerjakan langsung oleh saya sendiri langsung kita kerjakan. Tetapi jika harapan warga itu memerlukan keterlibatan lembaga eksekutif (pemerintah daerah), tentunya saya sebagai wakil rakyat harus memfasilitasinya dan mendorong apa yang menjadi keinginan warga itu,” paparnya.

Dadang pun menuturkan, sebagai legislator memposisikan diri sebagai pelayan aspirasi rakyat, bukan untuk dilayani.

“Makanya, saya lebih banyak turun ke lapangan menemui masyarakat, ketimbang harus berlama-lama ada di gedung dewan. Intinya, kita jemput bola ke lapangan dan menemui langsung masyarakat dengan cara berdialog atau tatap muka dalam berbagai kesempatan. Warga juga senang, kalau aspirasinya langsung kita respon selama harapan mereka itu untuk kepentingan masyarakat banyak,” tuturnya. (F30)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close