Bewara Jabar

Camat Jatinangor : Pendidikan Agama Menangkal Perilaku Remaja yang Negatif

JATINANGOR, FORKOWAS.COM –  Kamis 3 Oktober 2019, Forkopimka Jatinangor mengadakan Magrib mengaji di Mesjid Al Ansor di Desa Mekargalih.

Terpantau Forkowas.Com, Camat Jatinangor Syarif Efendi Badar, terkait program magrib mengaji sesuai dengan Program Sumedang Simpati.

Saya sangat prihatin melihat kemerosotan akhlak pada diri remaja yang dikenal sebagai kenakalan remaja dan itu menjadi perhatian serius Pemkab Sumedang.

“Hal itu diungkapkan Syarif Efendi Badar, dalam waku magrib mengaji, yang pada saat itu hadir Kapolsek Jatinangor Kompol Deni Ginanjar, SH, MH, Pjs Kepala Desa Mekargalih Drs. Yuli Handaka beserta Sekdes Hj.Siti, anggota BPD Tokoh Masyarakat dan Pemilik Ponpes Al Ansor Ust. Kawakib, Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Kata Camat Jatinangor Syarif Efendi Badar, Pendidikan akhlak dalam pendidikan agama diharapkan mampu menangkal perilaku remaja yang negatif.

“Pendidikan budi pekerti atau akhlak adalah suatu proses pengubahan sikap dan tingkah remaja dari yang tidak baik menjadi baik.

Dengan menyibukkan anak-anak dan remaja dengan kegiatan positif seperti pengajian akan menghindarkan mereka dari waktu kosong yang berpeluang terjadinya kenakalan.

“Sepulang sekolah kita isi waktu mereka dengan mengikuti pendidikan diniyah (keagamaan) di madrasah, TPA, atau yang sejenisnya,” ungkapnya.

Waktu magrib dan isya mereka mengaji lagi di masjid-masjid dan dengan begitu, tidak ada waktu untuk nongkrong-nongkrong atau kegiatan lain yang tiada artinya.

Ia menuturkan, anak-anak yang akan melanjutkan sekolah harus menunjukkan ijazah dari madrasah atau diniyah sebagai syarat untuk diterima di samping ijazah sekolah.

“Dikarenakan siswa-siswi sekolah harus menyertakan ijazah ketika mendaftar sekolah sebagai bukti bahwa mereka sudah mengikuti  pendidikan agama,” katanya.

Untuk itu, ia memohon agar program Mlmagrib mengaji, wajib diniyah 4 tahun, dan gerakan salat subuh berjamaah mendapat dukungan dari semua pihak demi terwujudnya Sumedang yang benar-benar agamis lahir dan batin.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close