Bewara Jabar

Karang Taruna Harus Tampil Paling Depan

BANDUNG, FORKOWAS.COM –
Pembina Karang Taruna Kecamatan Cicalengka, yang juga Camat Cicalengka H. Entang Kurnia menyatakan, karang taruna jangan hanya nama saja dan tak muncul kepermukaan.

Ia juga berharap, pemuda karang taruna lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Saya berharap kepengursan karang taruna lebih solid dan lebih baik lagi. Saya berharap karang taruna bisa tampil paling depan. Sebelumnya, yang lebih aktif itu Ormas dan LSM, sementara karang taruna anggotanya lebih banyak dan besar di desa-desa,” harap Entang usai melaksanakan pengukuhan/pelantikan serta pengucapan janji pengurus Karang Taruna Kecamatan Cicalengka masa bhakti 2019-2024 di Aula Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Kamis (3/10/2019).

Entang menegaskan, janji yang telah dibacakan oleh paa pemuda karang taruna untuk dicermati dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Ia pun mempersilahkan kepada para pengurus Karang Taruna Kecamatan Cicalengka untuk melaksanakan konsolidasi internal.

“Pengurus Karang Taruna Kecamatan Cicalengka yang baru terbentuk untuk membangun komunikasi dengan karang taruna yang tersebar di 12 desa di Kecamatan Cicalengka,” kata Entang.

Camat juga berharap kepada para kepala desa untuk membantu dan memfasilitasi kegiatan karang taruna, termasuk dalam pengadaan dananya.

Apalagi bagi desa yang belum melaksanakan musyawarah desa (musdes), karang taruna bisa ikut serta dalam pengambilan keputusan untuk memasukkan anggaran pada APBDes 2020.

“Para kades untuk bisa memfasilitasinya. Sebab, eksisnya karang taruna tak hanya nama saja, tapi harus dilibatkan dalam berbagai hal,” tutur Entang.

Lebih lanjut Camat menuturkan, terkait penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), karang  taruna harus tahu apa yang menjadi permasalahan kesejahteraan sosial di desa-desa. Untuk itu, karang taruna harus sinergis dengan puskesos, selain dengan pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pihak lainnya.

“Dengan harapan karang taruna bisa tampil dalam berbagai kegiatan. Untuk itu, karang taruna harus membuat rencana kerja dalam lima tahun kedepan,” harapnya.

Selain harus melakukan penanganan PMKS, imbuh Entang, berkaitan yang harus diperhatikan karang taruna itu tentang seni budaya, pelatihan pemberdayaan masyarakat yang mengarah pada penguatan ekonomi masyarakat.

“Untuk itu, karang taruna harus meningkatkan koordinasi dengan kepala desa. Hal ini dalam upaya memantafkan sumber daya manusia, maju, mandiri dan berdaya saing sesuai dengan visi misi Kabupaten Bandung,” katanya.

Ia pun mendorong kepada pemuda karang taruna untuk mengembangkan potensi ekonomi, di antaranya pengembangan penanaman kopi. Mengingat lahan cukup luas untuk ditanami tanaman kopi.

“Potensi cukup memadai untuk dikembangkan, baik sarana maupun pasarnya sudah ada untuk mendukung giat karang taruna, tinggal ada kemauan dan inovasi. Ciptakan lapangan kerja,” katanya.

Menurutnya, karang taruna harus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Apalagi zaman sekarang sudah ada fasilitas informasi dan teknologi (IT), yang sudah terpasang di desa-desa. Sebab jika tak memanfaatkan IT akan  tertinggal.

“Karang taruna harus meningkatkan koordinasi dengan SKPD di Pemkab. Bandung. Selain itu komunikasi dengan karang taruna yang sudah sukses. Karang taruna harus menyiapkan diri dari sekarang, supaya bisa bersaing bukan hanya di daerah tetapi di dunia internasional. Dengan harapan, bisa menjadi pemuda yang maju mandiri dan berdaya saing,” ucapnya.

Camat pun berharap, pemuda karang taruna Kecamatan Cicalengka lebih maju dan tampil di depan serta membawa perubahan. Disamping itu dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Harus kerja keras dan kerja ikhlas. Niatkan untuk maju. Tanpa niat, tanpa ada motivasi akan jalan di tempat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cicalengka Resna Risnandar mengatakan, sebagai mana dalam Undang-Undang no 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, bahwa penyelenggaraan kesejahteraan sosial menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Salah satu sasaran pokok pembangunan kesejahteraan sosial adalah penanganan PMKS yang dapat dikelompokkan dalam 6 permasalahan. Yakni, kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, ketunaan sosial, korban bencana dan ketertinggalan/keterasingan,” kata dia.

Menurutnya, sebagai penunjang keberhasilan penanganan PMKS adalah menggali dan memberdayakan potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) yang terdapat dalam masyarakat.

“Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, dan karang taruna adalah salah satu komponen PSKS tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggungjawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat.

“Karang tauna bertujuan mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan sosial bagi generasi muda yang memungkinkan pelaksanaan fungai sosialnya. Hal itu sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial di lingkungannya,” paparnya.

Dikatakan dia, karang taruna sebagai tenaga penggerak pembangunan kesejahteraan sosial memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan masyarakat.

“Untuk dapat meningkatkan potensi dan peran aktifnya, diperlukan upaya koordinasi, kolaborasi, komunikasi dan kerjasama dengan pihak-pihak lain,” katanya.

Salah satunya, lanjutnya, koordinasi konstruktif dengan pemerintah kecamatan maupun desa sehingga apa yang dikerjakan kedepan dapat seiring dan sejalan, karena itulah makna hakikat dari keberadaan karang taruna.

“Sebagai potensi dan sumber kesejahteraan sosial, karang taruna yang bergerak dalam bidang usaha kesejahteraan sosial (UKS), perlu untuk selalu meningkatkan kualitas kelembagaan. Sehingga pada gilirannya dapat membina generasi muda secara lebih efektif dan efisien, khususnya dalam kegiatan usaha-usaha kesejahteran sosial. Terutama dalam penanganan PMKS,”  pungkasnya. ***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close