Umum

Viking Kabupaten Bandung Diarahkan Untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif

BANDUNG, FORKOWAS.COM.-
Para anggota Viking yang tersebar di 31 kecamatan atau di masing-masing Distrik di Kabupaten Bandung diarahkan untuk melakukan pengembangan wirausaha, ekonomi kerakyatan atau ekonomi kreatif.

Hal itu terungkap dalam pertemuan 5 antara pengurus Distrik Viking se-Kabupaten Bandung yang dilaksanakan di bantaran kolam di Desa Arjasari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Jumat (11/10/2019) bada salat Jumat.

Dalam pertemuan para anggota Viking itu turut dihadiri Dewan Pembina Viking Kabupaten Bandung H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si. Para anggota Viking pun dimanjakan dengan pelaksanaan mancing mania, sebagai penyemangat dalam membahas rencana pengembangan ekonomi kreatif di masing-masing Distrik Viking yang tersebar di semua kecamatan.

“Khususnya Viking Kabupaten Bandung, dipandang perlu untuk mengembangkan kewirausahaan, ekonomi kerakyatan atau ekonomi kreatif,” kata Dadang saat berdiskusi dengan para anggota Viking Kabupaten Bandung.

Untuk mengarah pada pengembangan ekonomi kreatif tersebut, Dadang pun mendorong para anggota Viking Kabupaten Bandung untuk membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

“Dengan adanya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga itu, Viking bisa mewujudkan kegiatan positif dan konkrit. Dengan adanya perkumpulan anggota Viking  Kabupaten Bandung ini dapat memberikan manfaat. Karena itu, perkumpulan ini bisa diarahkan ke hal yang manfaat,” katanya.

Ia pun mendorong kepada para pengurus Viking untuk membuat yayasan dan dibuatkan ke notaris untuk badan hukumnya. “Saya sebagai dewan pembina akan memberikan suport dalam pembuatan yayasan tersebut,” katanya.

Pentingnya ada langkah konkrit yang dilakukan oleh Viking Kabupaten Bandung itu, karena ia percaya mereka ada di mana-mana yang tersebar di semua desa dan kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Saya percaya Viking ada di mana-mana. Inilah harapan saya pentingnya ada pengembangan ekonomi kreatif,” katanya.

Untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif itu, Dadang berharap ada pembentuk terminal komoditi yang disesuaikan dengan potensi di masing-masing kecamatan.

“Terminal komoditi itu untuk memudahkan transaksi bagi masyarakat, disaat membutuhkan pangan untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya, warga Kecamatan Kertasari yang membutuhkan sayur-mayur tak perlu datang ke petani atau pergi ke Pasar Induk Caringin, cukup datang ke terminal komoditi. Dengan adanya terminal komoditi, konsumen bisa langsung transaksi di terminal komoditi tersebut. Inikah pentingnya ada pengembangan ekonomi kreatif,” katanya.

Dadang pun mengatakan, hadirnya di tengah-tengah pengurus Distrik Viking Kabupaten Bandung itu sekaligus untuk menyerap aspirasi dari masyarakat umum. Momen serap aspirasinya pun lebih santai dan rilek karena dilaksanakan di pinggir kolam, dengan tema “Ngawangkong di pinggir balong”. Terlebih lagi, Dadang mengagendakan keliling di semua kecamatan Kabupaten Bandung.

Ia pun berharap keluarga besar Viking Kabupaten Bandung tetap solid. Apalagi Viking ini merupakan bobotoh sejati Persib Bandung.

“Intinya, pertemuan silaturahmi ini merupakan bagian dari tasyakur binimah. Alhamdulillah, saya sudah dilantik menjadi Anggota DPRD Provinsi Jabar setelah meraih  46.653 suara. Pertemuan dilaksanakan hari ini karena sebelumnya ada riwayat pertemuan di Arjasari,” paparnya.

Terpilihnya menjadi Anggota DPRD Provinsi Jabar, Dadang  pun mengucapkan terima kasih kepada para anggota Viking maupun masyarakat umum, mengingat  pasca pileg tersebut merupakan hasil kerja bareng.

“Saya siap mendukung kegiatan Viking supaya bisa berjalan mulus,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dadang pun turut menanggapi para Anggota Viking Kabupaten Bandung yang mengharapkan dirinya maju pada Pilkada Bandung 2020.

“Memang untuk dukung mendukung masih terlalu pagi. Tapi  jika Allah berkehendak, peluang ini (Pilkada) masih satu tahun lagi,” katanya.

Dadang yang akan maju melalui Partai Golkar pada Pilkada Bandung 2020 itu, ada mekanisme yang harus ditempuh melalui partai tersebut. “Hal ini berkaitan survei tingkat popularitas dan elektabilitas,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close