Umum

Guru Ngaji Harus Mendapat Perhatian Pemerintah

BANDUNG,FORKOWAS.COM – Untuk meningkatkan kualitas akhlak dan moral bangsa, pemerintah harus memperhatikan pata ustad dan ustadzah yang berada di lingkungan majelis taklim maupun lembaga pendidikan formal lainnya.

Para ustad maupun ustadzah minimal mendapatkan honorarium sebesar Rp 500.000/bulan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasanya dalam memberikan pendidikan keagamaan.

Hal itu terungkap saat kunjungan silaturahmi Anggota DPRD Provinsi Jabar H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., dengan Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Ibnu Atoilah Yusup di Pondok Pesantren tersebut di Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, Minggu (13/10/2019) malam.

Harapan itu mendapat sambutan langsung dari pimpinan pondok pesantren tersebut.

“Beliau (Ceng Aat, panggilan akrab K.H. Ibnu Atoilah Yusup) sangat setuju dengan program kedepan ada perhatian honorarium buat para ustad dan ustadzah pada setiap  bulannya. Honorarium itu dengan konsekwensi ngajar ngaji di sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Bandung,” kata Dadang kepada wartawan di sela-sela silaturahmi di pondok pesantren, Minggu malam.

Ia berharap, apa yang menjadi keinginan para ustad dan ustadzah itu bisa terwujud. “Minimal setiap ustad dan ustadzah se-Kabupaten Bandung mendapatkan honor sebesar Rp 500.000/bulan,” harapnya.

Dengan adanya bentuk penghargaan dari pemerintah itu, imbuh Dadang, mereka diminta untuk mengamalkan ilmunya dalam bidang keagamaan di sekolah atau di lembaga pendidikan formal, selain di lingkungan majelis taklim.

“Saya yakin dengan bekal ilmu yang dimiliki para ustad dan ustadzah itu dapat mengajar ngaji bagi siswa didik di lingkungan SD dan SMP. Minimal 2 jam pelajaran dalam seminggu. Hal ini sering dengan program wajib mengaji yang sudah lama digulirkan pemerintah,” harapnya.

Dadang pun mengajak kepada masyarakat Kabupaten Bandung untuk sama-sama berjuang mewujudkan harapan dan cita-cita kedepan untuk kebaikan umat.

“Tentunya dalam rangka program yang bermanfaat untuk umat Kabupaten Bandung yang notabene mayoritas agama Islam,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, harapan itu menjadi “PR” dirinya ketika mencalonkan diri menjadi bupati Bandung 2020.

“Ini akan menjadi program saya nanti dalam rencana pencalonan Bupati Bandung 2020. Semoga ada ijin dan  Ridho Allah Ya Rabb. Program ini bisa digulirkan apabila saya direkomendasi oleh DPP Partai Golkar mencalonkan Bupati Bandung 2020,” harapnya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close