Bewara Jabar

PCNU Sumedang Gelar Istigosah Akbar dan Gebyar 1 Miliar Sholawat Nariyah

FORKOWAS.COM – Masih dalam rangkaian agenda kegiatan Hari santri Nasional 2019, PCNU Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Istigosah Akbar dan Gebyar 1 Miliar Sholawat Nariyah di Graha Asia Plaza Sumedang, Senin (21/10/2019).

Sekitar 3000 santri dan unsur lainnya hadir mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan istigosahan ini bertujuan untuk mendoakan keselamatan bangsa.

Acara yang bertema ‘Santri Unggul Indonesia Makmur’ dihadiri oleh Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Pengurus PCNU Kabupaten Sumedang, unsur Forkopimda, Pengurus MUI, Kepala Kemenag, para pengurus MWC NU sekabupaten Sumedang, para pimpinan pondok pesantren dan tokoh agama tamu undangan lainnya.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, mengatakan terdapat tiga kata kunci bagi para santri untuk menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa dan negara. Pertama, santri harus instiqomah menjadi kader NU.

Kedua, santri harus mempunyai guru dengan ilmu yang jelas. Ketiga, santri harus tunduk dan patuh pada ulama.

“Saya berharap seluruh santri harus tetap mengedepankan nilai-nilai Islami dengan faham ahlussunnah wal jama’ah. Islam yang senantiasa menyebar kebaikan, kedamaian, dan menjadi rahmat untuk seluruh alam semesta (rohmatan lil alamin), rahmat untuk sesama manusia,” ujar Dony dalam sambutannya.

Dony menilai kegiatan Istighotsah dan Gebyar 1 Milyar Sholawat merupakan  kontribusi lebih dari para santri untuk negara Indonesia.

“Dengan istigosah ini, kita memasrahkan diri untuk berdoa kepada Allah dan berharap dari-Nya untuk diberi keselamatan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Hari Santri Nasional diperingati sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para santri yang telah ikut berjuang mengorbankan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan dan menjaga kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada para santri yang telah ikut memerdekakan bangsa ini. Untuk itulah setelah merdeka, kewajiban para santri adalah menjaga, mempertahankan dan mengawal NKRI yang kita cintai dari rongrongan yang ada dari luar maupun dalam,” tegasnya.

Dony menjelaskan, tantangan para santri ke depan akan semakin berat. Ia meminta kepada para santri untuk hadir mengatasi masalah dan menghadapi tantangan serta memformulasikan solusi atas persoalan bangsa dan umat.

Bupati juga meminta, santri harus menjadi bagian paling depan untuk menjaha NKRI. Serta, menjadi penangkal paling depan atas anarkisme, radikalisme dan terorisme yang sekarang semakin marak.

“Kalau kita hadir menjadi bagian solusi, kita harus memiliki keilmuan, keahlian, dan daya saing yang baik. Untuk itu, di era transformasi digital seperti saat ini para santri harus melek digital dan gunakan untuk kebaikan,” paparnya.

Terakhir, ia mengajak kepada seluruh santri yang hadir,  dalam rangka mengisi kemerdekaan para santri diharapkan tetap belajar, berjuang, bertaqwa dan berkarya untuk negara Indonesia.
(Deden)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close