Bewara Jabar

Dadang Supriatna : Sampaikan Pesan Moral Tausiyah Kebangsaan

Anggota DPRD Provinsi Jabar H.M. Dadang Supriatna dalam beberapa hari terakhir ini menghadiri pelaksanaan tausiyah  kebangsaan di dua tempat yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung.

Pelaksanaan tausiyah kebangsaan itu, bersamaan dengan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan silaturahmi akbar yang melibatkan Forkopimda, Forkopimcam, para santri, masyarakat dan pihak lainnya.

Hal itu diungkapkan Kang DS, panggilan akrab Dadang Supriatna kepada wartawan di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Minggu (3/11/2019).

Dadang menuturkan, selama mengikuti tausiah kebangsaan yang dilaksanakan di Kertasari pada Sabtu (2/11/2019) malam dan di Pontren Baitul Arqom Pacet pada Jumat (1/11/2019) malam, banyak pesan moral yang bisa dijadikan pencerahan, pemahaman dan pembelajaran yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat itu, pesan moral yang kami terima saat penceramah mengungkapkan tentang, kita harus mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. Kemudian, pentingnya melaksanakan ibadah sholat serta beberapa ayatpun yang kita hapal tentang ayat alquran,” jelas Dadang.

Ia pun kembali mengungkapkan dalam tausiyah kebangsaan itu, “Maka kita wajib mensyukurinya karena perjalanan Islam ke Indonesia berawal dari Yunani sehingga nyampai kepada negara kita melalui kerajaan-kerajaan yang tersebar di Indonesia yang kita cintai”.

Menurutnya, semua sila dalam Pancasila itu merupakan isi kandungan Al-quran, yang mana dalam pasal-pasal tersebut  menyatakan Allah Maha Tunggal.

“Kita harus beradab,  hidup harus bersatu, kalau ada permasalahan dimusyawarahkan dan negara kita adil. Sehingga para santri enggak usah berantem karena Islam mengajarkan selalu mengedepankan kebersamaan,” katanya.

Dalam tausiyah kebangsaan itu, Dadang pun mengungkapkan tentang makna sun tangan seorang santri kepada gurunya. Sementara gurunya itu memiliki guru lagi dan ujungnya adalah Sayidina Ali dan Sayidina Ali merupakan shohabat Nabi Muhammad SAW.

“Kalau kita melakukan hormat dan taat pada ulama bahkan mencium tangan gurunya itu berarti kita taat dan mencintai Rosululloh SAW. Dari makna tersebut ini merupakan salah satu cara kita mencintai Baginda Rosululloh SAW,” ungkapnya.

“Tidak usah saling menyalahkan tentang tata cara ibadah,  semua ada dalilnya, semua ada keterangannya, hiduplah rukun dengan sesama,” tambahnya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close