Bewara Jabar

Tol Cisumdawu, Pengusaha Putra Daerah, H. Ayi, Menolak Besaran Ganti Rugi Lahan

CILEUNYI, FORKOWAS.COM – Tanah dan bangunan milik pengusaha putra dearah Sumedang dan Bandung, H. Ayi Sulaeman warga Kecamatan Cileunyi dengan sertifikat hak milik (SHM) nomor 1.520, masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bale Bandung dengan register perkara nomor 120/pdt G/219 PN BB.

Penolakan tersebut, tidak hanya dilakukan melalui surat terbuka. Juga, dengan memasang spanduk yang di pasang diatas bangunan yang akan terkena mega proyek Tol Cisumdawu.

“Kami mendukung program pemerintah untuk menuntaskan proyek Jalan Tol Cisundawu yang sudah tertunda bertahun,  namun harga ganti rugi yang bakal diterima hendaknya manusiawi dan rasional, kalau tidak saya menolak,” kata H. Ayi Sulaeman.

Menurutnya, sama sekali tidak neko-neko atau mencari sesuatu dari proyek pembebasan Jalan Tol Cisundawu.

“Saya hanya minta keadilan, proses pembebasan lahan tersebut sedang di sidangkan menunggu keputusan dari pengadilan,” katanya.

Bukan hanya dirinya saja, tetapi ada 40 masyarakat lainnya yang juga menolak harga murah.

Seperti, di Desa Cileunyi Wetan dengan total ada 37 orang yang sudah di menangkan oleh pengadilan hanya dari PPK nya naik banding sampai sekarang terkatung-katung kasusnya,”paparnya.

Dijelaskan Ayi lebih jauh, harga taksiran bangunan permanen miliknya hanya dihargai Rp 1,3 Juta per m2 nya.

Sedangkan SK bupati melalui PUPR Kabupaten Bandung harga pokoknya Rp 4.6 Juta per m2, jadi proyek Tol Cisundawu sangat merugikan sekali.

“Makanya saya dan teman-teman berani menentang ke panitia pengadaan tanah mega proyek Tol Cisundawu. Jalan tol itu bisnis bukan semata-mata untuk sosial. Itu murni bisnis, contohnya jika masuk dan keluar pinyu tol dan jika kurang saldo di e-Tol misal Rp 1000 saja, tidak bisa keluar dari tol,” ungkapnya. (Syarif)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close