Umum

Jelang Musda KNPI, Pemuda Kabupaten Bandung Angkat Bicara

 
BANDUNG, FORKOWAS.COM –

Sejumlah pemuda dari berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) melaksanakan Silaturahmi Organisasi Kepemudaan di Aula DPC PDI Perjuangan Jalan Jaksa Naranata Kelurahan/Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Jumat (8/11/2019).

Ajang silaturahmi para pemuda dari puluhan OKP tersebut, diduga belum adanya komunikasi di antara pemuda Kabupaten Bandung dengan pengurus DPD KNPI Kabupaten Bandung.

Berkaitan dengan hal itu, dalam pertemuan silaturahmi tersebut turut membahas jelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Pemuda/KNPI Kabupaten Bandung 2019 yang hanya tinggal menghitung hari lagi.

Berdasarkan informasi, Musda Pemuda/KNPI Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung pada 15-16 Nopember 2019 mendatang.

Karena Kabupaten Bandung kaya akan potensi kepemudaan, sehingga kuat dugaan para pemuda tersebut yang tak mengetahui secara utuh rencana Musda Pemuda/KNPI Kabupaten Bandung mengungkapkan harapan dan  kekecewaannya.

Pasalnya, mereka memiliki hak yang sama sebagai pelopor dan garda terdepan dalam membangun  kepemudaan di Kabupaten Bandung.

Untuk meningkatkan kualitas organisasi kepemudaan, para pemuda tersebut mengkritisi kinerja DPD KNPI Kabupaten Bandung. Salah satu hal yang disikapi adalah Panitia Musda Pemuda/KNPI harus transparan dalam proses tahapan musda.

Salah satu hal yang harus transparan adalah proses pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) OKP. Jangan sampai dalam pelaksanaannya diselenggarakan secara diam-diam, sehingga sejumlah OKP diduga tidak bisa mengikuti jalannya rapim tersebut.

Hal tersebut dibenarkan oleh Bobby Erlangga Sumaatmadja, SH, sebagai perwakilan dari OKP GADA Anggatan Muda Siliwangi (GADA AMS) yang berkesempatan hadir dalam silaturahmi pemuda tersebut.

Menurut Bobby, sejumlah pemuda dari berbagai OKP itu mengungkapkan kekecewaannya.

Sebenarnya, ia menilai, kekecewaan itu pun muncul sebagai akumulasi dari sejumlah persoalan kepemudaan secara umum, sehingga hal tersebut akan memengaruhi terhadap keberlangsungan musda.

“Satu hal mengenai rapim bahwa proses ini adalah prasyarat terselenggaranya musda. Di dalam rapim ditetapkan siapa yang bakal menjadi peserta, penentuan tempat dan waktu pelaksanaan musda,” jelas Bobby.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Cabang Banteng Muda Indonesia (DPC BMI) Kabupaten Bandung Asep Muhammad turut menyikapi tentang proses tahapan Musda KNPI Kabupaten Bandung ini.

Selain itu, mengkritisi kinerja kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bandung periode 2016-2019.

“Momentum musda ini harus bisa mendorong pergerakan pembangunan kepemudaan kearah yang lebih baik. Namun jika prosesnya saja kacau, sangat memungkinkan akan menghapus harapan baik pemuda Kabupaten Bandung dalam proses pembangunan kepemudaan yang berkelanjutan,” tutur Asep dalam kesempatan diskusi kepemudaan tersebut.

Ungkapan senada dilontarkan perwakilan OKP Garda Bangsa Kabupaten Bandung Pungkit Wijaya.

“KNPI itu wadah keberhimpunan OKP. Semua elemen pemuda sebaiknya wajib menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan keberadaan wadah berhimpun ini. Namun disayangkan, kini malah lebih banyak OKP di tingkat Kabupaten Bandung yang terabaikan,” kata Pungkit.

Turut hadir dalam silaturahmi itu, yakni Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Henhen Asep Suhendar, beserta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung lainnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung H. Galih Hendrawan ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat malam, mengatakan, untuk penentuan kepesertaan (Musda Pemuda/KNPI Kabupaten Bandung) itu hari ini (Jumat) yang menentukan panitia sc dan oc.

 “Kami dari DPD KNPI sudah menyerahkan semua mekanisme musda kepada panitia,” katanya. (F-25)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close