Umum

Calkades Padamulya Ini Sempat Dirugikan Postingan Di Medsos

BANDUNG, FORKOWAS.COM –
Pasca-pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Bandung pada 26 Oktober 2019 lalu, khususnya bagi para calon kepala desa menyimpan catatan dan pengalaman yang sangat berharga.

Tidak lepas dari pengalaman antara suka dan duka selama mengikuti pesta rakyat tersebut.

Seperti halnya dialami calon Kepala Desa(Calkades)  Padamulya Hj. Imas Rostini, S.Ip., yang sebelumnya sudah dua kali menjabat kepala desa tersebut.

Namun pada perhelatan pilkades yang ketiga kalinya, harapan untuk bisa kembali duduk menjadi orang nomor satu di Desa Padamulya akhirnya tertunda.

Pada pelaksanaan Pilkades Padamulya, Imas meraih dukungan 2.800 suara lebih atau dibawah perolehan suara calon kepala desa lainnya yang lebih unggul.

 Selama mengikuti proses tahapan pilkades, Imas mengaku sempat menjadi bulan-bulanan dari pihak lain melalui postingan di media sosial (medsos) maupun secara lisan saat berkampanye yang kesannya memojokkan dirinya.

Bahkan, ada pihak yang menebar fitnah dan menjelek-jelekan dirinya. Ia berani mengatakan hal itu karena ada saksi dan siap menjadi saksi atau memberikan kesaksiannya.

Menurutnya, berbagai kejadian itu sempat merugikan dirinya.

“Jika kita membaca postingan di media sosial, tentunya ada yang merugikan saya sebagai calon kepala desa. Soalmya, postingannya itu diduga dialamatkan kepada saya dan keluarga, berkaitan dengan dirinya dalam pencalonan di pilkades,” kata Imas kepada wartawan di rumahnya di Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Senin (11/11/2019).

Untuk membuktikan status di media sosial yang diduga  memojokkan dirinya, Imas sempat melakukan screenshots atau menyimpan data tersebut yang miring kepada dirinya.

“Atas temuan itu, saya sempat mengkomunikasikan hal itu kepada sejumlah pihak. Dengan harapan ada pembahasan, supaya postingan di media sosial tak merugikan saya secara pribadi maupun keluarga. Apalagi memojokan pihak lain dalam pilkades,” katanya.

Ia pun sebagai tokoh perempuan di Desa Padamulya tetap bersikap arif dan bijaksana, dalam menyikapi permasalahan yang merugikan dirinya.

Seharusnya, warga yang menggunakan media sosial itu bijak dalam menggunakan jejaring soaial, tidak dimanfaatkan untuk menjelekkan orang lain.

“Jika tak ada niatan baik dari orang yang memojokkan dirinya, pihaknya berencana untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. Supaya menjadi pelajaran dan jera bagi warga yang merugikan saya melalui postingan di media sosial. Soalnya, saya punya bukti dan tak baik kalau postingan itu ditulis kembali melalui media massa,” katanya.

Bahkan sebelumnya, kata Imas, sudah membuat berkas sebagai bahan informasi dan ditembuskan ke sejumlah pihak.

Dengan harapan dari isi berkas itu menjadi bahan evaluasi dan pembahasan, berkaitan dengan postingan di media sosial yang merugikan dirinya selama dalam proses pilkades.

Imas pun mengaku legowo dengan kekalahannya di pilkades tersebut, mengingat ia sebelumnya sudah mengabdikan diri kepada masyarakat setelah dua periode menjabat kepala desa. Sudah banyak pembangunan fisik yang ia wujudkan.

“Saya pun siap mengucapkan selamat kepada pemenang, sebagai bentuk fair play dalam pilkades. Mengingat saya sudah lebih dulu memberikan perhatian kepada daerah dan membuktikan kanyaah ke desa,” katanya.

Ia pun berharap persoalan yang menimpa keluarganya pun, khususnya dalam persoalan hukum segera tuntas. “Dengan harapan, pascapilkades ini tidak lagi ada persoalan yang harus dihadapi dirinya maupun keluarganya,” pungkasnya. (F-15)**

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close