Umum

Buruh Pabrik di Sumedang dan Kab. Bandung, Gelar Aksi ke Gedung Sate

JATINANGOR, FORKOWAS.COM – 20 November 2019, Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja/Buruh Kabupaten Sumedang Persatuan Perjuangan Buruh (PPB) PT. Kahatex Sumedang, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesi (KASBI), Gabungan Organisasi Buruh Sumedang (GOBSI)  PT. Kahatex menggelar aksi ke Gedung Sate Bandung.

Tuntutan dalam aksi itu, semua serikat Pekerja Buruh Kabupaten Sumedang Kompak menolak UMK Kabupaten Sumedang Tahun 2020, Berdasarkan Formula PP 78 Tahun 2015, dan tetapkan UMK Kabupaten Sumedang Tahun 2020 Rp. 3.415.239, Naik 18,5 % dari UMK 2019 yakni Rp. 2.892.074.

Terpantau www.forkowas.com kegiatan Ratusan Buruh Sumedang yang berkumpul di Bunderan Permata Hijau jalan Raya Bandung Garut, dapat pengawalan dari Polsek Jatinangor Polres Sumedang dan Polsek Rancaekek Kabupaten Bandung.

Dikatakan Kootdinator Aksi dilapangan, Dedi Kasbi, pihaknya berangkat sekitar pukul 08.00 WIB dan bergerak menuju Gedung Sate, dan sekarang menunggu kawan kami yang dari Garut yakni PPB Kasbi Garut.

“Kami akan berangkat dengan Rute Cibiru ujung berung Guna menjemput kawan kawan kami yang sudah menunggu, untuk menyampaikan penolakan UMK Kabupaten Sumedang ke Gubernur Jabar,” ucapnya.

Sementara, yang ada di Kabupaten Sumedang tergabung dalam Aliansi  pekerja Buruh Sumedang (PBS).

“Akan tetapi untuk di Jawa Barat kami Mandiri, dan kami menurunkan Kasbi Se Jawa Barat untuk turun ke Jalan, tidak tergabung dalam Aliansi Buruh Jabar,” tandasnya.

Di bawah kendali satu Mobil Komando, dua Pickup dan 30 kendaraan Roda Dua, pihaknya menyisir kawan kawan kami yang mau bergabung untuk memperjuankan Hak Hak Buruh yang selama ini di kebiri.

“Kami tidak muluk muluk dalam hal pengajuan Upah, dan di rasa tuntutannyapun sangat relevan sesuai kebutuhan Hidup layak di tambah Inflasi dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)  8,5% yakni sebesar Rp. 3.415.239,” ucapnya.

Menurut Dedi menolak upah Minimum Kabupaten Sumedang sebesar Rp. 3.147.306, kami heran itungan itungan tersebut Percuma ada survey pasar kalau hasilnya tetap seperti itu.

“Sementara keputusan Pinal dari Gubernur adalah besok tanggal 21 November, maka hari ini kami Kasbi sejawa Barat semuanya turun kejalan untuk melakukan aksi penolakan Keras Upah Minimum Kabupaten/kota,” katanya.

Sementara di tempat yang berbeda titik kumpulnya yakni Gabungan Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (Gobsi), dikatakan Kordinator Lapangan (Korlap) Sambas Jaenudin, kami berangkat atasnama Aliansi Jabar mewakili Gobsi Sumedang dengan jumlah 50 orang satu unit kendaraan dan 15 kendaraan Roda Dua.

Ia menuturkan,  hari ini adapah hari terakhir menjelang Keputusan Gubernur Jawa Barat Besok, jadi mau tidak mau suka tidak suka kami harus turun ke jalan,untuk memaksa Gubernur agar dapat merubah keputusan awal tentang UMK kabupaten Sumedang.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close