Umum

Proses Tahapan Pilkada Harus Dipermudah

BANDUNG, FORKOWAS.COM –
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H.M. Dadang Supriatna berharap, proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat 2020 mendatang, seharusnya lebih dimudahkan seperti tahapan dalam proses pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades).

Harapan itu harus berbanding lurus dan dibarengi dengan adanya perubahan Undang-Undang saat proses pendaftaran bakal calon kepala daerah pada pelaksanaan pilkada.

“Kami berharap dalam pelaksanaan pilkada kedepan tanpa harus melalui mekanisme partai politik, karena bukan memilih partai. Tetapi memilih figur secara utuh dan adanya keberanian melakukan terobosan demi mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih baik, maju mandiri dan berdaya saing. Selain itu mampu meningkatkan potensi daerah yang ada untuk kemakmuran masyarakat. Untuk meningkatkan demokrasi, pemilihannya pun dilaksanakan dengan jurdil,” harap Dadang kepada wartawan  di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu (20/11/2019).

Berbicara pesta demokrasi, imbuh bakal calon bupati Bandung dari Partai Golkar ini, persyaratan pilkada di antaranya adalah bakal calon kepala daerah bisa melalui perseorangan dan partai politik.

Sedangkan bakal calon kepala daerah dari perseorangan harus mempunyai data KTP sekitar 168.000 yang berasal dari 16 kecamatan di Kabupaten Bandung yang mewakili, dan dari jalur partai politik sebesar 20 persen dari jumlah kursi.

“Yang menjadi pertanyaan kami, berapa cost politik yang harus dikeluarkan sebelum dinyatakan bakal calon kepala daerah, dan selanjutnya oleh internal partai didaftarkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum),” kata Dadang.

Dadang pun turut menyikapi pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian.

“Menjawab keinginan Mendagri, bahwa bagaimana caranya pilkada murah dan setelah terpilih tidak melakukan korupsi. Hal ini akan mengurangi cost politik yang harus dikeluarkan oleh calon,” ujarnya.

Ia menilai, untuk menghadapi pilkada itu, biayanya sangat  mahal dan tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima. (F-15)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close