HeadlinePoleksosbud

Reses Hari Pertama, Kang DS Diserbu 800 Aspirasi Warga

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H.M. Dadang Supriatna menyatakan, pelaksanaan reses anggota dewan sangat efektif dan penting untuk dilaksanakan demi peningkatan pembangunan di daerah.

“Dengan harapan pelaksanaan pembangunan dalam segala bidang bisa berkelanjutan dan berkesinambungan,” kata Kang DS, panggilan akrab Dadang Supriatna kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Pentingnya dalam pelaksanaan reses itu, Kang DS saat hari  pertama melaksanakan reses di tiga titik lokasi di Kabupaten Bandung, sebagai daerah pemilihannya langsung diserbu aspirasi warga, Senin (2/12/2019).

Diperkirakan, ratusan warga sudah mempersiapkan aspirasinya sebelum anggota DPRD Provinsi Jabar dari Partai Golkar tersebut menemuinya.

“Begitu saya datang menemui masyarakat, tanpa diperkirakan sebelumnya, saya langsung diserbu berbagai aspirasi warga. Tampaknya warga sudah kritis menyikapi harapan dan permasalahan di lingkungannya masing-masing,” kata Kang DS.

Ia mengatakan, pada hari pertama reses itu sudah menerima lebih dari 800 lembar aspirasi warga. Isinya, tentunya berbagai ragam harapan, dan persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Dikatakan Kang DS, ratusan aspirasi yang menjadi “PR” dirinya itu, setelah melaksanakan reses di Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu, Desa Gandasari Kecamatan Katapang dan Desa Sayati Kecamatan Margahayu.

“Hal yang menarik bagi saya sebagai wakil rakyat, aspirasi yang diajukan oleh masyarakat pun sangat berpariatif,” katanya.

Kang DS menjelaskan, aspirasi masyarakat banyak itu, di antaranya mengharapkan ada pelebaran Jalan Raya Ciwidey untuk peningkatan pariwisata di Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali.

“Itu yang santer diungkapkan masyarakat ketika kita mendengar aspirasi warga di Desa Tenjolaya yang dihadiri berbagai komponen masyarakat. Pada saat itu, banyak tokoh penting yang hadir dalam upaya menampung aspirasi untuk peningkatan pembangunan di daerah,” ungkap kader muda partai berlambang pohon beringin ini.

Hal lain yang sifatnya urgen bagi masyarakat banyak, imbuh Kang DS, yakni pembuatan sumur artesis untuk warga di kawasan permukiman padat penduduk yang rawan kekeringan disaat musim kemarau.

“Air menjadi sumber penghidupan. Kita akan konsen ke persoalan itu, dan akan mengkomunikasikannya dengan dinas terkait. Apalagi program ini erat kaitannya dengan Raksa Desa yang merupakan program Bupati Bandung dalam menuju Kabupaten Bandung Sehat,” paparnya.

Ia juga melihat wajah-wajah optimis pada ratusan warga yang hadir di tiga pertemuan itu.

Mereka mengharapkan ada pelatihan pengelolaan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) dalam upaya mendongkrak ekonomi kreatif.

Selain itu, dalam pengembangan ekonomi warga mengharapkan bantuan ternak kambing.

“Bumdes itu bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat. Apa yang menjadi aspirasi ini erat kaitannya dengan pelatihan ekonomi kreatif untuk ibu-ibu PKK, sebagai mana yang diaspirasikan oleh warga lainnya harus ada pelatihan di desa-desa,” katanya.

Disamping itu ada perwakilan warga yang mengusulkan ada pelatihan komputer, terutama bagi para pemuda milenial untuk peningkatan sumber daya manusia.

“Para pemuda itu harus melek informasi dan teknologi dalam upaya mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi,” ucapnya.

Dengan adanya perkembangan teknologi itu harus berbanding lurus dengan pembangunan SMAN baru di semua kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Saat ini, masih ada kecamatan di Kabupaten Bandung yang belum memiliki SMAN, minimal satu kecamatan pada tahap pengembangan sarana dan prasarana sekolah harus ada 2 SMAN baru untuk pendidikan generasi pemerus.

Karena kewenangannya ada di provinsi, kita coba komunikasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar.

Meski ada di antara para guru yang mengharapkan, penambahan ruang kelas baru untuk sarana dan prasarana pendidikan,” paparnya.

Hal penting yang harus menjadi perhatian anggota dewan, imbuhnya, khususnya di sekitar Obyek Wisata Patenggang Kecamatan Rancabali harus ada pembangunan puskesmas Poned.

“Itu yang menjadi harapan warga untuk pelayanan kesehatan karena harus pergi ke RSUD Soreang sangat jauh,” ujarnya.

Setelah menyikapi banyaknya aspirasi yang berkembang pada pelaksanaan reses tersebut, Kang DS berharap, seluruh peserta reses dapat mengajukan sebanyak mungkin aspirasi.

“Dengan harapan anggaran dari Provinsi Jawa Barat benar-benar terserap untuk berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Bandung,” pungkasnya. (F-15)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close