HeadlinePoleksosbud

Kios Bumdes Jatiroke, Simbol Pergerakan Ekonomi Warga

SUMEDANG, FORKOWAS.COM – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), sebagai lembaga ekonomi masyarakat yang perannya cukup strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di pedesaan.

Sehingga, Bumdes sebagai lembaga ekonomi rakyat yang juga menjadi pilar demokrasi.

Bumdes yang diciptakan dengan tujuannya untuk meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa.

Demi meningkatkan usaha masyarakat, menciptakan peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, pengembangan ekonomi desa serta meningkatkan pendapatan.

Berkaca dari itu, maka Desa Jatiroke membangun kios Bumdes.

Kepala Desa Jatiroke, Cuna Dinata mengatakan pengelolaan Bumdes bisa optimal, maka desa akan menjadi desa yang mandiri.

“BUMDesa sebagai salah satu mitra pemerintah desa dalam mewujudkan rencana-rencana pembangunan perekonomian ekonomi dituntut mampu menyediakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usaha,” papar Cuna.

Maka dari itu kami membangun Saranana perkantoran dan kios Bumdes dengan menggunakan anggaran DD.

“Semoga saja setelah terwujud, perekonomian warga mari semakin meningkat, baik dari segi UKM nya dan sebagianya, dengan kebersamaan menggeliatkanya tidak ada yang tidak mungkin,” ucapnya.

Sementara, kata Cuna, pihaknya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyelenggara Bumdes l.

“Karena, ini membantu pemerintah desa dalam upaya mengembangkan sumber sumber potensi alam dan manusia didesa untuk dikembangkan menjadi sumber sumber sumber ekonomi,” ujarnya.

Ini sebagai media pemerintah desa untuk mewujudkan mewujudkan rencana pembangunan khususnya dibidang ekonomi.

“Dengan melangkah sedikit demi sedikit berusaha, karena ini kami aku tidak mudah serta harus benar benar pula semua pihak mempunyai ke inginan untk maju, apalagi ini masih dalam tahap awal,” ujarnya.

Menurutnya, Bumdes diatur di dalam pasal 23 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2004

Dengan adanya Badan Usaha Milik Desa itu nantinya di sesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa, kami berusaha Pok, Pek, Prak, istilah Bahasa Sunda, demi mewujudkan desa yang tertata.

“Yang nantinya sifat pengelolaan usahanya adalah keterbukaan, kejujuran, partisipatif, dan berkeadilan. Dengan kehadiran BUM Desa ini diharapkan desa menjadi lebih mandiri dan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Selanjutnya, dibangun atas prakarsa masyarakat, serta mendasari pada prinsip prinsip kooperatife, partisipatif, transparasi, emansipatif, akuntabel, dan sustainable,” ujarnya.

Dari semua itu yang terpenting adalah bahwa pengelolaan BUM Desa harus dilakukan secara professional dan mandiri. (Syarif)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close