Umum

Dede Mulyadi : Pacuan Kuda di Tanjungsari Dongkrak Perekonomian Warga

SUMEDANG, FORKOWAS.COM – Kejuaraan pacuan kuda piala Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil digelar di Dusun Cikandang Kesal, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Sabtu 7 Desember 2019.

Lomba olahraga berkuda tersebut, akan digelar hingga Minggu 8 Desember 2019.

Terpantau, kejuaraan tersebut menyedot animo warga untuk menyaksikan jalannya pacuan.

Bahkan, ajang tersebut dijadikan ladang untuk mengais rejeki bagi warga untuk berjualan.

Anggota Komisi III DPRD Kab. Sumedang, Dede Mulyadi mengatakan jika ajang pacuan kuda tersebut tampaknya bernilai berkah.

Karena, bukan hanya bisa meningkatkan perkonomian warga, juga membuat kawasan pacuan pun menjadi terkenal.

Ia mengatakan, arena pacuan kuda bertaraf internasional tersebut diharapkan bisa mendongkrak potensi olahraga berkuda di Indonesia.

“Luas lahan arena pacuan sekira 21 hektare. Kendati pembangunannya belum rampung, namun disana sudah bisa dimanfaatkan untuk perlombaan dan pembinaan atlet berkuda,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Dikatakan, akan banyak keuntungan bagi warga dengan adanya arena pacuan kuda tersebut.

Namun, diakuinya jika kondisi disana belum optimal seperti jalan untuk menuju ke lokasi yang masih rusak.

Dikatakan, kendala itu telah dibahas di DPRD Kab. Sumedang dengan harapan ada langkah sebagai upaya perbaikan.

Bahkan pada puncak kejuaraan nanti, beberapa anggota dewan akan menyaksikan secara langsung.

Dikatakan, dengan digelarnya ajang pacuan kuda tersebut rupanya menjadi ajang hiburan bagi warga.

“Lomba pacuan kuda pun kembali mengingatkan warga Tanjungsari yang sebelumnya pernah ada ‘lapang kuda’ di Desa Jatisari atau sekitar Pasar Tanjungsari yang kini berubah menjadi kawasan perumahan,” katanya.

Sementara, Kades Raharja, Kusnadi mengakui jika keberadaan arena pacuan kuda disana berdampak terhadap naiknya harga lahan yang cukup berarti.

“Sebelum ada arena pacuan kuda, harga lahan disana dikisaran Rp 700 ribu per tumbak. Kini, harganya melambung dikisaran Rp 5 juta per tumbak,” ujarnya.

Ada kenaikan harga yang cukup luar biasa, kata dia, artinya ada berkah yang berdampak terhadap meningkatnya kesejahteraan warga. (Syarif)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close