Umum

Nandang Suherman : Jika Isu Dugaan Suap Pelantikan Kepsek Terbukti, Sekda Harus Tanggungjawab

SUMEDANG, FORKOWAS.COM – Anggota Dewan Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Nandang Suherman mengatakan, ada ungkapan “tak akan ada asap kalau tidak ada api”.

Hal tersebut, memberikan gambaran bahwa tidak mungkin ada isu suap, kalau tidak ada “tanda-tanda” terjadi suap.

Apakah ini ada atau tidak ada?, perlu penelusuran lebih lanjut oleh instansi yang menangani suap ini.

Terlepas dari isu tersebut, sangat disayangkan seandainya ada praktek suap berkaitan dengan pengangkatan pejabat publik aeperti kepala SD dan SMP.

Karena, bupati dalam berbagai kesempatan sering melontarkan bahwa tidak ada jual-beli jabatan.

Statemen ini menunjukan bahwa Bupati tidak main-main dalam hal pengangkatan pejabat, tidak ada suap menyuap.

“Kalau masih saja muncul isu suap menyuap, ini menunjukan bahwa komitmen bupati tersebut tidak dijalankan oleh jajaran dibawahnya,” kata Nandang, Selasa 10 Desember 2019.

Maka, perlu disikapi secara serius tentang adanya isu suap ini, untuk ditindaklanjuti dengan cepat.

“Bupati harus membentuk tim khusus untuk mencari kebenaran isu tersebut. Kalau masih ada praktek jual beli jabatan, sungguh memalukan dan ironis sekali,” ujarnya.

Itu, menunjukan bahwa bupati tidak berhasil melakukan pembinaan kepada aparatur dibawahnya.

Sekda harus dimintai pertanggungjawaban juga, karena sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan ASN.

Dan refromasi birokrasi yang dijalankan oleh Sekda bisa dianggap GAGAL, kalau terbukti ada suap menyuap di pengangkatan kepala sekolah ini.

Diberitakan, kabar adanya dugaan suap dalam pelantikan 565 guru Sekolah Dasar (SD) dan 72 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) promosi dan rotasi penugasan guru menjadi kepala sekolah di Sumedang, mengemuka. (F-1)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close