Umum

Dadang Supriatna : Pendidikan Akhlak dan Moral Harus Jadi Perhatian

BANDUNG, FORKOWAS.COM – Bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar H.M. Dadang Supriatna memiliki program kerja yang fokus pada pengembangan pendidikan moral dan akhlak bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

Pendidikan akhlak dan moral berkaitan dengan masa depan bangsa, khususnya peningkatan kualitas generasi muda.

“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan akhlak dan moral generasi penerus bangsa itu, salah satu yang menjadi fokus sasaran program kerjanya adalah memberikan perhatian khusus kepada 14.000 guru ngaji di Kabupaten Bandung. Belasan ribu ustad dan ustadzah itu diberikan anggaran stimulan antara Rp 250.000-Rp 500.000/orang/bulannya,” kata Dadang kepada wartawan di rumahnya di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, Rabu (11/12/2018).

Menurut Anggota DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Golkar ini, memberikan anggaran stimulan kepada belasan ribu guru ngaji yang biasa mengajar alquran atau mengaji itu, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap mereka yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

Perhatian itu bagian dari upaya pemberdayaan kepada para guru ngaji.

“Padahal, peranan mereka sangat penting sebagai guru ngaji dalam meningkatkan kualitas akhlak dan moral. Belasan ribu guru ngaji itu yang biasa mengajar mengaji di majelis taklim, dengan jumlah jamaahnya antara 25 sampai 50 orang,” kata Dadang.

Sebelumnya, imbuh Dadang, para guru ngaji itu memang sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) berdasarkan Perda Tentang Diniyah & Tabliyah.

Namun bantuannya belum optimal, dan jumlahnya pun masih sedikit yang menerima uang stimulan tersebut.

“Makanya kita memprogramkan, jika saya nanti menjadi Bupati Bandung untuk menyiapkan anggaran Rp 70 miliar per tahun, untuk memberikan dana stimulan kepada 14.000 guru ngaji tersebut. Anggaran sebesar itu sangat mudah dan tak akan jadi masalah, apalagi APBD Kabupaten Bandung sudah mencapai Rp 6 triliun,” kata Dadang.

Menurutnya, para ustad dan ustadzah itu harus menjadi perhatian khususnya, karena pemerintah tidak harus fokus memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur.

“Para guru ngaji yang ada di majelis taklim tersebut, nantinya bisa diarahkan dan diperbantukan untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD), dari mulai kelas 1 sampai kelas 6, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari kelas 7 s.d kelas 9. Namun nantinya dalam pelaksanaannya di lapangan, harus ada sinergitas dan turun tangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung,” harap Dadang.

Ia mengatakan, para guru ngaji itu, setelah menerima dana stimulan dari pemerintah bisa diperbantukan untuk mengajar dalam bidang hapalan alquran, iqro, akhlak dan moral dan bidang keagamaan lainnya.

“Diharapkan nantinya, misalnya dalam satu hari satu siswa bisa menghapal alquran antara satu sampai dua ayat. Sehingga dalam satu minggu para siswa bisa menghapal alquran hingga beberapa ayat alquran. Sasaran kita dengan melibatkan para guru ngaji berperan di pendidikan formal, bisa membentuk anak-anak hafidz alquran. Supaya mereka bisa memahami isi kandungan alquran,” katanya.

Namun untuk menentukan indikator para guru ngaji itu mengajar pada bidangnya itu, imbuh Dadang, ditentukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Misalnya, siapa yang pantas mengajar dalam bidang hapalan alquran, iqro, akhlak dan kainnya, itu bisa dilihat dari kualitas guru ngajinya itu sendiri. Makanya, yang bisa menentukan indikator itu adalah dari MUI,” ucapnya.

Ia mengatakan, pentingnya mengedepankan pendidikan akhlak dan moral bagi generasi penerus itu, untuk mencegah atau mengurangi penurunan nilai-nilai akhlak dan moral generasi muda.

“Jangan sampai ada anak melawan kepada kedua orang tuanya. Jangan sampai anak menganiaya kedua orang tuanya. Kita sebagai pemimpin rakyat atau warga wajib untuk memberikan pelayanan kepada rakyatnya, bukan sebaliknya dilayani. Inilah pentingnya kita mempelajari pendidikan akhlak dan moral. Supaya kita tidak serakah,” katanya. (F-15)***

Editor | Azis Aspol

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close