Pendidikan

Kearifan Lokal, STAI Bhakti Persada Diharapkan Buka Prodi Geologi

BANDUNG, FORKOWAS.COM –
Kecamatan Ibun merupakan salah satu daerah penghasil sumber panas bumi terbesar di Indonesia, bahkan di Kabupaten Bandung.

Untuk mengimbangi kekayaan alam tersebut, Camat Ibun yang juga alumni jurusan Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bhakti Persada Majalaya Adjat Sudradjat berharap membuka prodi baru di perguruan tinggi tersebut.

Yaitu, prodi geologi yang berkaitan dengan pendidikan panas bumi.
Adjat Sudradjat mengungkapkan hal itu saat pelaksanaan wisuda ke-VII sebanyak 112 mahasiswa STAI Bhakti Persada Majalaya di Graha Sajabat Desa Majakerta Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Sabtu (14/12/2019).

Perwakilan dari Kopertais Wilayah Jabar Banten Prof. DR. HM. Solihin, M.Ag., turut hadir pada pelaksanaan wisuda tersebut.

“Kami berharap di STAI Bhakti Persada di Jalan Bebedahan Desa Talun Kecamatan Ibun ini membuka prodi baru dengan melihat kearifan lokal yang ada di Kecamatan Ibun, yaitu gas dan minyak bumi melalui prodi geologi. Mungkin kedepannya pihak kampus harus memikirkan itu karena aset Kecamatan Ibun sangat banyak untuk dijadikan bahan kajian dalam pendidikan dengan tujuan bisa mengimplementasikan kebaikannya di masyarakat. Sumber energi panas bumi di Kamojang Kecamatan Ibun itu dengan menghasilkan energi listrik untuk pasokan Jawa-Bali,” papar Adjat kepada wartawan.

Ia berharap, dengan adanya penambahan prodi baru keilmuan geologi, STAI Bhakti Persada lebih maju dan terdepan di Kabupaten Bandung dalam memfasilitasi kebutuhan pendidikan di era industri 4.0 ini.

Adjat pun mengatakan, pada era industri 4.0 ini sepertinya sangat mutlak diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sesuai dengan harapan Presiden RI Joko Widodo.

Dengan memiliki SDM unggul, diharapkan mampu menghadapi tantangan dan persaingan serta siap kompetisi dalam berbagai lini kehidupan kedepan.

“Para mahasiswa STAI Bhakti Persada dituntut untuk bisa mengimbangi perkembangan zaman, sehingga kedepannya bisa memimpin. Untuk itu, SDM unggul sangat penting dalam mengimbangi perkembangan zaman,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Penelitian dan Kemahasiswaan STAI Bhakti Persada Majalaya H. Dedi Ruswandi menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa/i yang di wisuda sebanyak 112 orang.

“75 wisudawan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan 37 Prodi
Hukum Ekonomi Islam,” katanya.

Dedi berharap agar mahasiswa/i yang baru diwisuda dapat menemukan jatidiri berdasarkan profesionalisme atas dasar ilmu yang didapat selama mengikuti pendidikan di Kampus STAI Bhakti Persada.

Dedi pun turut merespon apa yang menjadi harapan Camat Ibun membuka prodi baru Geologi.

“Ini (prodi baru geologi) merupakan salah satu target kedepan dari STIA Bhakti Persada,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Ketua II Bidang Adumkeu, Rumga dan Kerjasama, sekaligus Ketua Pelaksana Wisuda Hj. Rina Nurjanah mengungkapkan bahwa alumni STAI Bhakti Persada saat ini telah banyak menduduki posisi di pemerintahan daerah, selain menjadi aparatur sipil negara (ASN), wiraswasta, pengusaha, guru dan lain sebagainya.

“Ini membuktikan bahwa STIA Bhakti Persada semakin dipercaya baik oleh lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah serta masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kedepannya STAI Bhakti Persada semakin maju, mandiri dan berdaya saing.

Di tempat terpisah Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Elan Jaelani berharap para mahasiswa/i yang baru diwisuda bisa mengikuti perkembangan zaman dan bisa mengaplikasikan ilmunya.

“Setelah diwisuda, mereka mendapatkan kemudahkan dalam mencari lapangan pekerjaan dan lebih bagus lagi menciptakan lapangan kerja,” katanya. (F-15)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close