Umum

286 Siswa SMA Al Ma’soem Mengikuti CBP Camp 2019

JATINANGOR, (FORKOWAS).- Sebanyak 286 siswa kelas XII IPA dan XII IPS SMA Al Ma’soem melaksanakan kegiatan rutin “Cageur, Bageur, dan Pinter (CBP) Camp ke-8/2019” di Kampus Al Ma’soem di Jalan Raya Cipacing/Jalan Raya Rancaekek-Cileunyi Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Sabtu (21/12/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan hingga Senin (23/12/2019), dengan pelaksanaan pembukaan di Dome Al Ma’soem.

Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Masoem, M.M., mengharapkan, pelaksanaan CBP Camp ini bisa menjadi salah satu usaha untuk mendapatkan hasil maksimal bagi para siswa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) yang diinginkan.

Didampingi Direktur Pendidikan Yayasan Al Masoem Bandung Drs. Asep Sujana, M.M., Ceppy pun menyatakan, salah satu tolok ukur kemampuan siswa dalam menghadapi ujian nasional (UN), karena di akhir kegiatan ada try out.

“Kami tegaskan, salah satu tujuan CBP Camp memberikan informasi tentang kebijakan-kebijakan baru dalam penerimaan mahasiswa PTN,” kata Ceppy.

Menurutnya, peluang masuk melalui jalur undangan untuk masuk PTN, saat ini sangat kompetitif.

“Apalagi kuota untuk akreditasi A saat ini, kuotanya 40 persen dan komposisinya makin sedikit. Sebelumnya, 50 persen. Kami berharap, lulusan SMA Al Ma’soem yang diterima di PTN tahun 2020 mendatang bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” harap Ceppy.

Ia mengatakan, jalur undangan masuk PTN itu, diperkirakan pada Januari mulai ada pendaftaran. “Maret diumumkan jalur undangan tersebut,” jelasnya.

Ceppy berharap, para siswa kelas XII SMA untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi masuk PTN.

Ia mengingatkan kepada para siswa saat daftar jalur undangan untuk terus konsultasi, untuk menentukan program studi mana yang memungkinkan bisa diterima di PTN.

“Para siswa harus melihat pasing grade dan lihat kompetisinya. Perlu diingat, jangan lihat ikut teman yang sedang booming dan trendi. Harus sudah menjadi pegangan dan tak coba-ciba. Daftar jalur undangan untuk diterima dijalur undangan,” katanya.

Ceppy mengungkapkan kepada para siswa jangan coba-coba daftar di jalur undangan itu, disaat diterima tidak diisi.

Pihaknya khawatir sekolah yang bersangkutan di blacklist oleh PTN tersebut.

“Jadi harus yakin saat sudah diterima. Harus yakin, saat daftar dan diterima harus bisa masuk PTN. Jalur ujian pun saat ini sudah berbasis komputer,” ujarnya.

Ceppy berharap, para lulusan SMA Al Ma’soem pada tahun 2020 mendatang, tercatat dalam sejarah turun diterima di PTN.

“Memang ada peningkatan prestasi setiap tahunnya bagi lulusan SMA Al Ma’soem yang diterima di PTN, walaupun kecil persentasinya. Pada 2019 mencapai 53,3 persen yang diterima di PTN. Kami berharap pada 2020 mendatang mencapai 60 persen lebih yang diterima di PTN atau lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.

Ceppy berharap melalui kegiatan CBP Camp ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para siswa supaya bisa diterima di PTN sesuai yang dicita-citakannya, selain harapan orang tuanya.

“Orang tua siswa mendaftarkan anaknya sekolah, untuk menjadikan akhlaknya baik, berprestasi baik dan bisa diterima di PTN,” ucapnya.

Diharapkan, para siswa melalui kegiatan CBP Camp ini memberikan banyak manfaat, sehingga yayasan menjadwalkan setiap tahunnya.

“Pada CBP Camp ini para siswa untuk meningkatkan keseriusan, kekompakannya dalam menyelesaikan pendidikan di kelas XII karena sama-sama punya target pendidikan,” katanya.

Ia mengatakan, CBP Camp ini banyak tujuannya, apalagi dengan kapasitas pemerintah berubah-ubah. Meski demikian, informasi itu harus tetap sampai kepada para siswa.

“CBP Camp ini bisa menjadi ajang tolok ukur untuk melihat kemampuan para siswa. Apalagi nantinya ada ujian try out, nanti bisa melihat kemampuan siswa. Masih ada waktu untuk meningkatkan kemampuan supaya bisa masuk PTN yang betul-betul dicita-citakan,” ujarnya. (F-1)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close