Umum

Forum Skill Development Centre (SDC) Kabupaten Sumedang Dikukuhkan

JATINANGOR, (FORKOWAS).- Upaya mendukung program Sumedang Simpati, Forum Skill Development Centre (SDC), Kabupaten Sumedang dikukuhkan di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor.

Pengukuhan dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Kabupaten Sumedang yang dihadiri Forum Camat Sumedang, Forum HRD, BLK, Pemagangan, Ikadin, Apindo, Iwapi, Hipmi, PHRI dan Apdesi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Asep Sudrajat mengatakan, peran Dinas selama ini hanya mengolah data, bukan fasilitas dan ternyata setelah berkumpul serta berkoordinasi dengan Apindo dan para pengusaha ternyata mereka welcome.

“Ternyata kita dulu kurang komunikatif, maka dengan adanya SDC ini kedepanya akan terstruktur dan terprogram masiv dalam penyaluran tenaga kerja baik dalam dan luar negri,” ujarnya.

Ia menambahkan, para UKM yang sudah lama dicanangkan dan lama mati akan di hidupkan kembali, terus yang berjalan di tempat pihaknya akan pacu lebih baik.

“Jadi dua indikator tersebut adalah untuk pengurangan pengangguran dan mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya.

Menurutnya, baru baru ini pihaknya sudah membuka jaringan kepasar Rusia kerjasama dengan Indowisata dan LPK, setelah di awali ke Jepang.

Sementara, Sekda Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan Sumedang menjadi salah satu wilayah yang dapat mengentaskan kemiskinan dan angka pengangguran melalu program SDC yang tersukses.

“Akan tetapi persoalanya harus rasional, lazimnnya kemiskinan itu turun 0,5% kebawah, akan tetapi Bupati dan Wabup komitmen mencapai target 0,8%,” ungkapnya.

Angka penurunan ini, kata ia, adalah modal utama di Pemerintahan Sumedang, agar lebih ngabret lagi ditahun 2020.

“Kami menyadari ditahun 2019 masih parsial belum sistemik, itu sangat berat tapi Alhamdulillah ternyata BPS sudah mempublis dan menyatakan angka kemiskinan Sumedang masuk yang tertinggi di Jabar menembus 0,71%,” ucapnya.

Dengan Jumlah 41 ribu, lanjut Sekda, angka penganguran yang ada di kabupaten Sumedang, minimal 3000 dalam satu tahun berkurang.

“Maka akan sukses SDC ini adalah ketika tahun depan angka tersebut berkurang, khusus Dinakertrans harus terus membidik penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, angkatan tenaga kerja kita 548 ribu lebih, dan yang 570 ribu sudah bekerja dan sisanya tadi di sebutkan di atas,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut ia, dengan adanya SDC menjadi pusat untuk peningkatan kompetensi peningkatan kapasitas masyarakat melalui pertukaran informasi, pengembangan dan pelatihan.

“Teknisnya kerja sama dengan semua stekholder dalam koridor pentahelik, saya kira kalau dirempug sauyunan tidak ada yang tidak mungkin cikaracak ninggang batu, lamun keyeung tangtu pareng,” ucapnya.

Selain itu, kata Sekda, bulan Januari tahun 2020 akan ada evaluasi dan akan memberikan rapot, nanti Semua masyarakat Sumedang tahu siapa saja pejabat yang punya nilai dan siapa saja yang akan di remedial.

“Kami sedang berkomitmen dan bersungguh sungguh mengelola pemerintahan yang nanti hasilnyapun untuk masyarakat,” tandasnya. (Syarif)***

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close