HeadlineUmum

Dibantu Pemerintah, Undang Bersyukur Bertahan Hidup

Undang (56), adalah ayah tiga orang anak perempuan yang bertempat tinggal di Dusun Cieurih Desa Cipancar Kec. Sumedan Selatan.

Pria yang dulunya bekerja sebagai supir angkutan kota (angkot) yang telah disponsori sebagai peserta JKN KIS dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang diminta oleh Pemerintah Pusat.

Saat ditemui di perizinan, Undang bercerita tentang fakta tentang sudah ada dua tahun pergunakan kartu JKN-KIS untuk mendukung terapi hemodialisa atau cuci darah.

Semua itu berawal saat ada yang tahu.

Dengan apa yang sudah diterima oleh Undang, akhirnya dirinya memberanikan diri untuk mendatangi rumah sakit untuk mengecek penyakit yang diterima olehnya.

“Aku yang memberanikan diri untuk memeriksakan diri ke dokter karena menerima ada yang tidak berhubungan dengan tubuhku. Saya senang dengan mudah Lelah dan sering puas nafas. Setelah dilakukan pemeriksaan beberapa kali, dokter menyatakan saya gagal ginjal dan harus menjalankan terapi cuci darah, kata Undang, 20 Desember 2019.

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan dokter, atas saran keluarga, Undang-Undang hanya menyelesaikan pengobatan alternatif untuk memulihkan penyakitnya tersebut.

Dirinya tidak ingin langsung melakukan cuci darah, karena menurutnya tindakan tersebut pasti mengeluarkan biaya yang sangat besar. Akhirnya, Persyaratan Undang-undang tidak kunjung diperbaiki dan kembali memburuk.

“Saya dulu bingung, karena menurut kabar, biaya terapi cuci darah itu sangat mahal. Sekali tindakan bisa menghabiskan lebih dari Rp 1 juta, bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika dalam seminggu harus menjalani dua kali terapi. Saya orang tidak mampu, khawatir biaya cuci darah tidak dijamin BPJS Kesehatan. Tapi setelah diberitahu dokter bahwa pengobatan ini dijamin Program JKN-KIS saya merasa lega sekali,” tambah Undang.

Undang merasa beruntung sekali terdaftar dalam Program JKN-KIS. Dirinya mengatakan bahwa jika bukan karena peran Pemerintah yang mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKN-KIS, ia sudah tidak tahu apakah dirinya bisa sebugar seperti sekarang atau bahkan kondisinya lebih memburuk.

“Jika saya tidak memiliki kartu JKN-KIS, mungkin saya tidak dapat bertahan sekarang. Saya sangat senang kepada Pemerintah yang memperhatikan rakyat miskin seperti saya. Program Adanya JKN-KIS ini sangat menolong apa saja yang menyangkut penyakit berbiaya mahal seperti saya,” lanjutnya .

Menurut Undang-undang, pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada peserta Program JKN KIS sudah baik dengan prosedur yang dirasa tidak menyulitkan. Selama mendapatkan pelayanan hemodialisa di RSUD Sumedang, Undang menerima tidak pernah mengeluarkan biaya sedikitpun, semua biaya ditanggung JKN-KIS dan pelayanannya sangat baik.

“Saya senang bersyukur dan terbantu dengan adanya Program JKN KIS ini, saya juga menyampaikan salam terima kasihnya kepada Pemerintah yang selalu rutin membayar iuran setiap bulannya,” tutup Undang. ***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close