HeadlineUmum

Pemkab Apresiasi Peserta dan Panitia Tari Umbul Kolosal, Kritik dan Saran Warga Jadi Bahan Evaluasi

SUMEDANG, (FORKOWAS) .- Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang memberikan tanggapan sebagai hak jawab atas pemberitaan yang disampaikan oleh pihaknya dan panitia yang membantu para peserta pada perhelatan Tari Umbul Kolosal di Jatigede yang terdiri dari 78 orang pingsan dan belasan orang kesurupan di masa hukuman tahun 2019.

Sanggahan ini disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol H Asep Tatang Sujana, Jumat (3/1/2020) dalam keterangan pressnya.

“Atas Pemerintah Daerah, pertama saya harus berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang terlibat langsung dalam acara apakah tidak bisa berjalan sesuai rencana,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para peserta dan panitia sangat patut mendapat apresiasi karena mampu mempesona yang benar-benar mempesona.

“Secara pribadi saya sendiri sangat tersentuh dan sangat terkesan dengan penampilan kemarin. Para penari melakukan gerakan secara serempak. Begitu indah dan begitu memukau. Untuk menghasilkan ini, tentu saja banyak pengorbanan yang diberikan,” ucapnya.

Namun ia menyayangkan adanya pihak yang menyudutkan Pemda dan panitia yang dituding mengabaikan atas keselamatan peserta.

“Saya melihat sendiri secara langsung tanggapnya para petugas medis yang berjaga di Posko meminta para peserta yang pingsan atau kecapaian. Tidak ada satu pun pun yang dibiarkan. Semuanya dapat dibaca,” kata Asep.

Hampir semua yang hadir, termasuk penonton, ikut membantu memulihkan para penari yang jatuh pingsan maupun yang kesurupan.

“Semuanya secara spontan mau membantu, termasuk pihak keamanan selain penonton,” tuturnya.

Hal tersebut diamini Tatang Sobana selaku panitia yang meminta selaku koordinator para penari.

“Kami telah menyiapkan ambulans di lima titik termasuk tim medisnya untuk mobilisasi jika ada yang sakit dan meminta evakuasi disimpannya. Itu belum termasuk ambulan yang diikutkan dari masing-masing kecamatan,” ucapnya.

Dikatakan, setiap kejadian oleh masing-masing tim kreatif yang ada di kelompok kecamatan yang langsung dikirimkan kepada panitia.

“Setelah mendapat laporan dari tim kreatif, kami langsung menjemput ke lokasi untuk melakukan tindakan. Ada yang mengatur di sana, seperti di mesjid. Ada juga yang dibawa langsung oleh ambulans,” tutur Tatang.

Pihaknya setuju dan memohon maaf jika dalam pelaksanaan pagelaran ini masih ada kekurangan seraya berharap ke depan.

“Atas nama panitia saya ucapkan terima kasih atas kritik dan sarannya. Tentunya ini adalah sebagai pemacu untuk perbaikan ke atas. Mohon maaf atas segala kekurangan,” kata budayawan yang sering disapa Apih sebelumnya. ***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close