HeadlinePoleksosbud

Ancam Tanaman Padi, Distan dan Petani Berantas Hama Tikus di Banjaran

FORKOWAS – Jajaran Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung kembali melaksanakan gerakan pengendalian organisme penganggu tumbunan (POPT) jenis tikus di lahan pertanian padi seluas 20 hektare di Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, Kamis (16/1/2020).

Gerakan pengendalian OPT tikus itu melibatkan brigade perlindungan tanaman sabilulungan dan petugas POPT serta para petani.

“Pengendaliannya dengan cara pengemposan yang dimasukkan ke dalam lubang atau sarang tikus. Pengemposan itu sebagai tindaklanjut dari pengamatan intensif, sanitasi lingkungan pada tanaman padi yang rata-rata berusia 32 hari,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. A Tisna Umaran M.P., melalui Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Yayan Agustian, M.Si., kepada wartawan di Banjaran.

Didampingi Kasi Perlindungan Tanaman Pertanian Ir. Agus Lukman, Yayan mengatakan, gerakan pengendalian OPT hama tikus pada tanaman padi ini tindaklanjut dari gerakan serupa di tempat lain.

Sebelumnya, Distan bersama para petani dan petugas POPT melaksanakan pemberantasan hama tikus di kawasan lahan pertanian padi Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah.

“OPT jenis tikus pada setiap musim tanam yang paling diwaspadai. Karena setiap musim, hama tikus selalu ada dan menyerang lahan pertanian padi dari usia 1 hari sampai masa panen,” kata Yayan.

Yayan mengatakan dalam pengendalian hama tanaman itu, yaitu dengan cara sistem pengemposan menggunakan bahan kimia atau racun festisida.

“Dengan cara pengemposan, hama tikus yang sedang bersembunyi di dalam sarangnya langsung mati. Dengan cara pengemposan itu, racun festisida yang dibakar dengan cara dimasukkan ke dalam lubang aktif yang menjadi sarang hama tikus. Dengan cara itu sangat efektif untuk membasmi hama tikus yang dapat merusak tanaman padi,” katanya.

Yayan menuturkan, pada musim tanam ini belum memasuki puncak musim hujan dan puncaknya diperkirakan pada Februari dan Maret 2020.

“Sebenarnya, pengendalian OPT itu paling efek pascapanen. Bisa dengan cara membongkar lubang atau sarang tempat persembunyian hama tikus. Bahkan, sudah lama dalam pengendalian hama tikus itu dengan mengerahkan para petani dibantu pihak lain,” kata Yayan.

Yayan mengatakan, hama tikus menyerang tanaman padi pada usia 7 hari, yaitu dengan cara memotong tangkainya.

“Tanaman padinya tak dimakan tikus. Hanya dipotong tangkainya. Sepertinya hama tikus itu untuk ngasah gigi, soalnya tanaman padi yang dipotong seperti bekas sabit,” tuturnya. (f-15)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close