Bewara JabarHeadline

Soal Ganti Rugi Lahan Tol, Dimusyawarahkan Warga Cilayung

JATINANGOR, (FORKOWAS).– Gor Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor di penuhi warga sekitar 150 orang untuk mengikuti kegiatan musyawarah bentuk ganti rugi pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan jalan Tol Cisundawu.

Bagian Monev PPK Lahan Kementrian PUPR, Ir. L. Parlin Hutasoit menyebutkan kegiatan tersebut adalah pengumuman nilai dan mereka akan mendapatlan amplop yang isinya resume, apabila mereka setuju tinggal tanda tangan dan nanti di berikan rekening.

“Selanjutnya kita surat perintah pembayaran (SPP) kan dan kemudian di bayarkan sesuai jadwalkan, diharapkan semuanya setuju,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada prinsipnya proyek strategi Nasional ini adalah ganti untung karena, semua bidang di perhitungkan, seperti tanah, bangunan bahkan apabila ada tanamanyapun pasti di bayarkan.

“Maka, tahapanya dari panitia pengadaan tanah BPN mengukur, dan menyiapkan data yang ada kemudian di itung oleh Appraisal, baru setelah itu kemabli lagi ke BPN untuk validasi, langsung kita siapkan SPP untuk pembayaran,” ungkapnya.

Mungkin sejauh ini ada beberapa orang saja yang merasa tidak cocok dengan harga, dengan menuntut harga lebih, tapi semoga saja hari ini semuanya sepakat.

“Kami sudah memberikan pengumuman pertama bagi yang merasa keberatan, dan diberikan waktu selama 14 hari untuk komplen dan bernegosiasi,” tandasnya.

Dari 330 yang akan mendapatkan ganti terdampak tol, untuk sementara yang telah data 105 dulu dan sisanya nanti Selasa depan.

“Dan sebenarnya kalau untuk pekerjaan kontruksi kami sangat cepet pengerjaanya, cuma kerjaan terbentur pembebasan lahan banyak terkendala, makanya banyak jalan yang terpotong potong berarti iti adalah lahannya belum bebas,” pungkasnya.

Sementara menurut Pjs Kepala Desa Cilayung Ade Rahmat mengatakan pada intinya atas nama warga yang terdapak Tol merasa bersyukur.

Karena selama ini yang ditungg- tunggu akhirnya bisa di musyawarahkan kembali terkait harga lahan, dan semoga saja bisa sesuai dengan harapan.

Menurut salah satu warga yang terdampak pembebasan yakni Iding warga RW 04 mengatakan pada hari pihaknya berkumpul dalam rangka mengetahui berapa harga tanah yang akan di beli.

“Dan yang di ajukan yakni 900 ribu rupiah permeter, hal ini kami akan bicarakan dengan yang lainya biar kompak, karena kalau keingan kami itu setidaknya di bulatkan saja jadi satu juta,” ungkapnya.

Tapi itukan sebatas kemauan saja, semua yang hadir biar sepakat dulu maunya seperti apa kita mau ngikuti aja gimana baiknya. (Syarif)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close