Headline

Ribuan Pohon Hijaukan Kawasan DAS Citarum

Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja/Serikat Buruh Konfederasi Layanan Independen dan Informasi Ketenagakerjaan (DPP K SP/SB Lidik) bekerjasama dengan Sektor 7 Satgas Citarum Harum dan Lebar Media mengadakan kegiatan jalan sehat di kawasan Taman Sangkuriang Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Minggu (19/1/2020).

Kegiatan jalan sehat itu diikuti ribuan peserta yang umumnya kaum buruh. Pemberangkatan ribuan anggota buruh jalan sehat bersama DPP K SP/ SB Lidik dilepas oleh Aster Kodam III/Siliwangi Kolonel Arh Hasto Respatyo bersama Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi.

Bersamaan dengan itu, DPP K SP/SBI Lidik menyerahkan bibit tanaman trembesi sekitar 2000 pohon dan bibit alpukat unggulan.

Ribuan pohon itu untuk menghijaukan kawasan DAS Citarum sebagai bentuk kepedulian dari kalangan kaum buruh.

Disamping itu turut dimeriahkan dengan kegiatan senam beladiri yang dipandu oleh GM. Guru Hendri Hendarto Pendiri, Dewan Utama dan Preseden Fisisebindo serta WBMAHF.

Ketua Presedium Konfederasi SB/SP Lidik Ngadi Utomo mengatakan, bahwa pihaknya memiliki hutang kepada generasi yang akan datang.

“Maka kita harus menjaga dan menyelamatkan lingkungan dengan cara melakukan penanaman pohon,” kata Ngadi kepada wartawan usai kegiatan.
Ngadi mengatakan, masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat memiliki kebanggan alam yang tak ternilai yaitu aliran Sungai Citarum dari hulu sungai di Situ Cisanti sampai Muara Gembong Karawang Jawa Barat sepanjang 297 km.

“Pada abad ke-4 sampai abad ke-7 aliran Sungai Citarum sangat terkenal sampai mancanagara karena kebersihannya. Bahkan kerajaan Taruma Negara menggantungkan pertanian dari Sungai Citarum untuk kebutuhan airnya,” ungkap Ngadi.

Namun saat ini, lanjut Ngadi, Sungai Citarum mempunyai predikat sebagai sungai terkotor no 2 di dunia.

“Maka kami selaku buruh, warga masyarakat perlu menyelamatkan ekosistem kedepannya. Kita dukung program pemerintah. Kita dukung Kodam III/Siliwangi sebagai benteng terakhir untuk menjaga lingkungan termasuk Sungai Citarum,” ungkapnya.

Ngadi menuturkan, dengan adannya kerja nyata dari TNI khusuanya Angkatan Darat yang sudah membaktikan dirinnya selama 2 tahun, keberadaan Sungai Citarum mulai bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar bantaran sungai.

“Sungai sudah mulai bersih. Warna air juga sudah berubah, bau busuk sudah tidak ada. Bahkan kita bisa duduk menikmati keindahan pada sore hari di sekitar sungai di Sektor 7 Satgas Citarum Harum wilayah Rancamanyar dengan tenang sambil menyaksikan matahari terbenam,” paparnya.

Ngadi berharap, semoga kedepannya Sungai Citarum setelah ditinggalkan oleh jajaran TNI tetap bersih.

“Ini salah satu tugas kami kaum buruh siap membantu dan menjaga kebersihan Sungai Citarum. Dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon. Selain itu tidak menebang pohon sembarangan serta memakai produk yang ramah lingkungan,” katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan DPP K SP/SB Lidik itu, imbuh Ngadi, turut hadir dari Kawargian Abah Alam, Sawarna Indonesia, LSM LIDIK, LPBH LIDIK, Manggala Garuda Putih, FSPSI Kabupaten Bandung, para aktivis lingkungan dan puluhan media.

Ketua Presedium Konfederasi SP/SB Lidik ini menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh komunitas, aktivis, dan perguruan tinggi yang hadir.

Ia juga turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh awak media baik elektronik maupun cetak yang selama ini mendampingi dan mempublikasikan perjalan perbaikan kerusakan Sungai Citarum dari awal sampai saat ini.

“Semoga perjuangan jajaran TNI, Bapak Aster, para Dansektor yang selama ini diberikan kepada warga masyarakat Jawa Barat nantinnya bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang,” pungkasnya. (f-15)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close