HeadlinePoleksosbud

Cucun : Pemilu 2024, Pemilih Milenial Capai 54 Persen

Para kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Bandung melaksanakan konsolidasi penataan struktur partai di Gedung Puri Laswi Jalan Raya Laswi Kecamatam Ciparay Kabupaten Bandung, Minggu (9/2/2020) sore.

Konsolidasi penataan struktur DPAC PKB Kabupaten Bandung itu dilaksanakan oleh DPC PKB Kabupaten Bandung.

Panitia Adhock dari DPW PKB Jawa Barat H. Asep Syamsudin turut hadir, selain Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung H. Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa, Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Wawan S.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung H. Cucun Ahmad Syamsurijal, MAP yang juga sekaligus Ketua Fraksi DPR RI mengatakan bahwa penataan struktur DPAC ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan pemilu 2024 mendatang.

“Berdasarkan survey bahwa pemilih milineal sekitar 54 persen pada pemilu 2024,” kata Cucun.
Cucun pun mengatakan, untuk meningkatkan popularitas di kalangan pemuda, DPC PKB Kabupaten Bandung akan memperbanyak kader milenial untuk mengisi jajaran stuktur organisasinya.
“Bahwa dengan adanya perkembangan zaman, PKB melihat potensi pemilih pemula semakin besar dan meningkat. Maka untuk mengimbangi fenomena tersebut, PKB akan memasukkan kaum milenial di jajaran strukturnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bukan dalam artian, PKB mengesampingkan para pejuang PKB yang dari sisi usia tidak lagi muda.

“Justru para pejuang PKB yang sudah tidak muda lagi tersebut, akan kami dorong untuk mengisi jajaran syuro atau organ-organ taktis yang ada di PKB,” imbuhnya.

Para kaum milenial ini akan memegang kekuatan eksekutif di PKB. Adapun syaratnya yaitu untuk jajaran ketua maksimal berumur 35 tahun sedangkan untuk sekretarisnya yaitu maksimal berumur 30 tahun.

“Para milenial ini sudah memahami era digital kemudian sangat paham dalam berinteraksi di media sosial, serta dari komunitas yang dibangun milenial bisa menjadi bekal sebagai dukungan untuk PKB sendiri. Jika kita tak segera merangkul para milenial tersebut, maka kita akan terlambat untuk mendapatkan dukungan dari milenial yang mencapai 50%,” paparnya.

Pada masa kini, lanjut Cucun, para pemuda itu sudah melek politik, jika dibandingkan dulu yang lebih apatis. Maka dari itu, PKB merasa terpanggil untuk merekrut pemuda tersebut, sehingga dapat lebih menfasilitasi para pemuda untuk lebih peduli pada lingkungannya, komunitasnya dan masyarakatnya.

“Ternyata setelah kita ajak untuk masuk partai, banyak dari pemuda tersebut yang tertarik,” ujarnya.

PKB sendiri sudah siap di dalam merekrut para milenial tersebut. Contohnya ada satu desa yang 50 pemudanya bergabung di PKB.

Selain itu juga, tutur Cucun, Ketua Umum PKB yaitu Cak Imin yang merupakan kaum milenial, tentu menjadi daya tarik tersendiri.

“Para kaum milenial itu juga merasa gerakan sosial sering dilakukan oleh PKB memang benar dirasakan oleh masyarakat. Sehingga PKB menurut para milenial sebagai partai masa depan,” ungkapnya.

Di tempat sama, H. Asep Syamsudin menambahkan, bahwa pada pemilu 2024 mendatang, PKB itu harus menjadi partai yang naik kelas. “Artinya, menjadi partai kelas atas,” harapnya. (F-15)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close