HeadlineUmum

Yuyus : Perangkat Desa Tidak Loyal ke Kades, Bisa Diberhentikan

FORKOWAS – Dikukuhkannya Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Sumedang belum lama ini, dinilai sebagian Kepala Desa (Kades) akan menjadi pesaing baru bagi Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

Kades Cihanjuang Yuyus Yusuf mengatakan,
sebetulnya yang diinginkan bahwa tubuh perangkat desa jangan seperti berlomba-lomba untuk membentuk lembaganya.

Apalagi, PPDI itu organisasi perangkat desa
untuk masuk di PPDI harus meminta izin dari kades.

“Yang membuat saya heran bahwa perangkat desa diberi SK dari Kepala Desa bukan dari PPDI. Kenapa seenaknya masuk tanpa izin, kades dengan perangkat desa itu sudah mempunyai organisasi yakni Apdesi, kenapa mesti memisahkan diri perangkat dari kepala desa?,” ucapnya Yuyus.

Yuyus menambahkan, adanya PPDI seakan-akan menyaingi Apdesi yang didalamnya ada kepala desa dan perangkat.

“Kalau perangakat desa tidak loyal ke kades, perangkat desa bisa dikeluarkan/diberhentikan dengan tidak hormat,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa perangkat Desa di Kecamatan Cimanggung yang masuk menjadi anggota PPDI seperti Desa Sindanggalih, Pasirnanjung, Sawahdadap dan Mangunarga.

“Alhamdulillah Cihanjuang tidak ada, kalau ada ditambah tidak ada izin dari saya, bisa dipecat,” ucapnya.

Ia mengira, adanya beberapa perangkat desa yang masuk ketubuh organisasi PPDI itu disebabkan adanya ajakan dari yang lain.

“Pastinya bukan dibentuk oleh dinas terkait, dan jika dilihat kayaknya seperti ada muatan politik yang sengaja nantinya perangkat akan meninggalkan wewenang serta tanggung jawab,” tambahnya.

Sementara, Ketua Apdesi Cimanggung yang juga Kedes Sawahdadap Ujang Suganda mengatakan harus mengetahui dulu masalahnya seperti apa.

“Siapa yang punya gagasan itu, terus di disambungkan dengan perundang-undangan nyambung nggak itu?,” ucapnya.

Maka, supaya tidak rancu dan simpang siur beritanya mari kita duduk bersama antara Apdesi dan PPDI agar semuanya clear.

“Bagi kami, selama diakui oleh Pemerintah
itu sah saja, sesuai dengan Undang Undang yang berlaku,” tandasnya. (F-2)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close