Headline

Pelatihan Berbasis Kompetensi, Tingkatkan Keahlian dan Kompetensi Ekonomi Kreatif

FORKOWAS.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat membuka sekaligus menyerahkan simbolis ATK dan seragam praktek kepada peserta pelatihan pada Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK).

Kegiatan dengan tema, “Peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas” itu bertempat di UPTD BLK pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang Selasa 3 Maret 2020.

Adapun programnya yakni, pelatihan menjahit komponen pakaian, barista, teknisi listrik instalasai bangunan, pemeliharaan kendaraan ringan sistem injeksi, tata rias, desain grafis, operator forklif, teknisi telepon seluler dan practikal office.

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja pada Disnakertrans Sumedang Irma Dewi Agustin mengatakan, banyak sekali tangtangan BLK di Indonesia khususnya di Kabupaten Sumedang, mengalami bonus demografis.

Dikatakan, angkatan kerja muda lebih banyak daripada manula yang tidak produktif. Maka dari itu kenapa banyak sekali paket paket yang diterima dari pusat ke daerah.

Karena pemerintah konsen dan fokus, bagaimana latihan untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi kerja muda di Sumedang.

Ia mengucapkan banyak terimakasih kepada Depnaker dan Disnaker yang terus mengadakan latihan, sehingga kabupaten Sumedang mendapatkan banyak paket se-Jawa Barat.

“BLK ini harus bisa menghasilkan anak muda hasil pelatihan, dan tangtangan kami yakni meningkatkan kerjasama dengan perusahaan perusahaan,” katanya.

Karena kepmenaker juga menuntut yakni bagaimana adanya kesinambungan setelah pelatihan bisa disalurkan dan bekerja di perusahaan.

Lalu sesuai dengan visi misi Sumedang Simpati, yakni penumbuhan kewirausahaan targetnya setahun, apakah itu bisa berhasil?.

“Saya pikir itu bisa, ketika BLK melatih dan bersinergi dengan SKPD lainya, bagaimana setelah pelatihan itu berkoordinasi dengan Bupati untuk di berikan peralatan,” tuturnya.

Jadi di Kabupaten Sumedang sudah di sepakati bahwasanya pelatihan yang MTU itu akan kami pilih ketika dari Bumdes mensuport peralatan.

“Sementara di kami ada 17 Paket MTU dan konsepnya akan kami beri pelatihan ketika Bumdes bisa support peralatan, dan dari kabupaten akan kami usahakan peralatan dari Bank Sumedang dan bank jabar dan Baz,” ujarnya.

Sementara dalam sambutanya, Kabid TU Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bandung Kementrian Tenaga Kerja RI Sugiayanto mengatakan, Pelatihan ini di susun berdasarkan penempatannya, dan bagaimana mengolaborasi kegiatan dengan SKPD yang nanti akan ada kegiatan yang maksimal.

“Programnya berkesinambungan sesuai dengan visi misinya presiden yakni Indonesia maju SDM unggul dengan meningkatkan ekonomi kreatif,” ucapnya.

Maka kedepannya kita harus menyusun kurikulum yang berdasarkan kebutuhan, dan peran pemerintah daerah harus lebih untuk dapat menutupi semua kekurangan. (Iwan)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close