Pendidikan

Mahasiswa, Pelajar dan Santri Al Ma’soem Belajar Dalam Jaringan

FORKOWAS.com – Semenjak aktivitas perkuliahan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan, namun Yayasan Al Ma’soem Bandung tetap menjalankan aktivitas beajar Dalam Jaringan (Daring).

Direktur Yayasan Al Ma’soem Bandung, Drs. Asep Sujana MM, mengatakan, Al Ma’soem juga turut membantu meringankan pedagang dan tukang ojeg, tukang becak di sekitaran kampus untuk diberikan bantuan sembako.

Ia menuturkan, aksi pertama yang kami lakukan yakni memberikan bantuan sembako kepada 38 pedagang kantin di lingkungan Al Ma’soem.

“Bahkan karyawan lepas laundry dan catering sebanyak 36 orang. Kalau pemerintah baru rencana, kita sudah melaksanakan itu. Ya sekedar meringankan beban mereka yang sehari hari penghasilannya berkurang karena efek lockdown,” katanya.

Sementara untuk sistem pembelajaran mahasiswa yakni secara daring (online) sehingga harus diberikan fasilitas supaya tugas tugas kuliah lancar dikerjakan.

“Sehingga mereka lebih rileks dan nyaman untuk mengikuti pembelajaran daring,” tandasnya.

Khusus pembelajaran di kampus, lanjut Asep, ada yang memakai aplikasi zoom meeting, voice mail, google clasroom, dan media daring lainnya. Sedangkan untuk SMP dan SMA sudah melaksanakan pra US SMP secara daring.

“Kalau SMA sudah melaksanakan USBN yang diganti portopolio dan nilai rapot dari semester 5,” ujarnya.

Sementara untuk yang kelas 7 dan 8 diberikan tugas secara online, Tekniknya guru memberikan tugas ke orang tua kemudian orang tua memberikan tugas ke siswanya langsung. Sehingga ada pemantauan dari orang tuanya masing-masing.

“Teknis pengumpulan tugasnya ada yang pake email, WA dan sengaja difoto lalu dikirim via Wa atau email, tidak langsung fisik tugasnya. Rata rata mereka kirim lewat email,” tegasnya.

Untuk memastikan di kampus steril dari wabah Korona, selama libur, area kampus dilakukan penyemprotan disinfektan kerja sama dengan pihak luar.

“Dipastikan kami pihak yayasan juga menyediakan sanitizer dan pengecekan suhu tubuh kepada setiap tamu yang datang ke Al Ma’soem dan wajib menggunakan masker,” ujar Asep.

Untuk penyemprotan Disinfektan ada organisasi yang memberikan jasa itu. Kita masih dilayani oleh lembaga tersebut serta oleh pihak kecamatan Jatinangor juga ada.

Untuk mengantisipasi kejenuhan, khusus untuk siswa SD dan SMP SMA tidak hanya materi akademik tapi kecakapan khusus.

“Seperti belajar membersihkan rumah, membantu tugas pekerjaan orang tua, mengajari keluarga cuci tangan yang baik dan shalat lima waktu berjamaah dengan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, yang paling menarik kecakapan khusus seperti bekerja di rumah, shalat berjamaah, dan mengedukasi keluarga hidup bersih dan sehat.

“Juga, anak-anak belajar mengajarkan pembuatan hand sanitizer dari sereh dan lidah buaya. (Ceng)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close