Headline

KH. Sa’dulloh: PSBB Sumedang, Warga Harus Ikhlas Patuhi Aturan

FORKOWAS.com – Diberlakukanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Sumedang pada Rabu (22/4) mendatang ditanggapi beragam oleh berbagai tokoh.

Salah satu diantaranya oleh mantan Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh.

Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang ini masyarakat diharapkan secara ikhlash mematuhi arahan dari pemerintah.

Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi pertimbangan dalam melakukan berbagai aktivitas.

“Yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan menguji suatu kaum diluar batas kemampuannya selama kaum itu mau berikhtiar dengan cara mengikuti arahan para ahli dan pemangku kebijakan,” ujar Sa’dulloh saat ditemui di kediamannya, belum lama ini.

Dikatakan, PSBB diberlakukan untuk kemaslahatan mayarakat. Karena itu, jauhkan pikiran-pikiran negatif terutama yang berkaitan dengan politisasi PSBB tersebut.

“Masyarakat Sumedang harus meyakini bahwa pemerintah Sumedang adalah pemerintahan  yang punya visi misi membangun dan mensejahterakan rakyatnya. Karena itu kita percaya bahwa kebijakan penerapan PSBB adalah untuk kemaslahatan warga Sumedang,” tegasnya.

Terkait dikhawatirkannya ada kecemburuan sosial yang akan terjadi di kalangan masyarakat dengan adanya bantuan dari pemerintah akibat dampak pandemi covid 19, Sa’dulloh menjelaskan.

Menurutnya, dalam kondisi seperti sekarang ini sudah seharusnya semua orang sadar diri.

Bagi orang-orang mampu harus membantu yang lemah dan miskin. Bagi yang sudah berkecukupan jangan serakah, harus bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.

“Kalau dirasa sudah cukup untuk kehidupan kita untuk apa minta-minta dari pemerintah. Justru kini saatnya yang mampu harus bantu pemerintah dengan cara membantu para kaum fakir miskin dan kaum duafa,” tegasnya.

Ia pun mengharapkan agar pemerintah lebih intensif melakukan sosialisasi agar masyarakat paham betul terhadap PSBB.

Seluruh aparat diharapkan bekerja dengan ikhlash menyampaikan maksud dan tujuan PSBB agar semua faham.

“Selain itu, juga dimohon lebih intensif untuk melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat dari berbagai lapisan. Jangan sekedar asal konsolidasi,” paparnya.

Untuk saat ini, kata dia, jauhkan kebiasaan komunikasi hanya dengangorang yang satu partai atau golongan. Sapa semuanya, rangkul semuanya.

Disebutkan, dalam penerapan PSBB dimohon lebih Arif dan bijaksana. Perhatikan golonga fakir miskin dan kaum dhuafa.

Sanksi yang diberikan kepada para pelanggar  harus memperhatikan masalah yang dihadapi dan berikan solusi kepada mereka.

“Diharapkan Bupati dan aparat lainnya menjadi teladan masyarakat. Terjun langsung ke lapangan akan lebih baik untuk menunjukkan rasa empati para mereka korban dan yang terdampak covid 19,” harapnya. (F-20)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close