HeadlinePSBB Covid-19

Pengusaha Hotel Minta PSBB Tak Diperpanjang

FORKOWAS.com – Dua bulan lebih para pengusaha perhotelan dan restoran tidak beroperasi.

Sehingga di mungkinkan gulung tikar apabila PSBB kembali di perpanjang.

Perkembangan dunia usaha semenjak wabah virus corona merebak dan dilaksanakannya Pemberhentian Social Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sumedang membuat para pengusaha Hotel dan restoran kalang kabut.

Dibenarkan Manager Hotel Jatinangor Jajang Haris kepada wartawan.

Ia mengatakan, para pengusaha sudah berbagai cara dilakukan agar bisa bertahan.

“Dengan diperpanjang PSBB otomatis kami menjadi mati kutu, para pekerja di rumahkan, kendati satu bulan ini kami masih bisa bertahan,” ujarnya.

Tapi setelah lewat satu bulan, dengan berat hati pihaknya harus memutus kontrak sebagian pekerja.

Karena beban managemen sudah tidak sanggup lagi untuk membayar pekerja, sementara pemasukan nihil

Dikatakan Jajang, apabila ini terus berlanjut hingga Juni dan Juli dipastikan kami gulung tikar.

Ketua PHRI Kabupaten Sumedang H. Nana dihubungi melalui ponsel membenarkan hal tersebut.

“Persoalan yang di hadapi para pengusaha hotel dan restoran sudah dirasakan semenjak awal yakni bulan april,” ujarnya.

Ia sudah mengajukan permohonan penangguhan terkait pajak terutama yang PPH ke pusat.

“Selanjutnya ke perbankan terkait cicilan dan bunga kemudian ke Jamsostek, PLN karena angkanya sangat besar juga ke Telkom untuk pemakaian internet walau tutup tetap harus bayar ditambah beban pembayaran bagi pekerja,” ujarnya.

Sehingga dengan kondisi seperti ini para pengusaha kerepotan, maka berharap wabah ini segera berakhir.

Bahkan berharap PSBB segera di cabut, karena akan sangat kesulitan apabila PSBB di perpanjang.

“Dikarenakan ramainya para pengusaha hotel dan restoran ini menjelang lebaran. Sementara sejauh ini kami masih tidak beroperasi dan otomatis kami kalang kabut,” katanya.

Apabila bulan ini kami bisa beroperasi setidaknya ada tenaga buat para pengusaha untuk bangkit kembali.

Dengan harapan setelah PSBB dicabut maka bisa buka usaha dengan tetap melaksanakan SOP Social Distanching.

“Sementara permohonan kami sudah masuk dan Pemda Sumedang Tanggapannya cukup baik, sementara di perbankan sudah direstrukturisasi, untuk PLN, terlkom dan BPJS tidak ada penangguhan,” pungkasnya. (Ceng)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close