Bewara JabarHeadline

Penjualan Tembakau Secara Online, Rugikan Pengusaha

FORKOWAS.com – Maraknya penjualan tembakau olahan yang dijajakan secera online melalui media sosial, dikeluhkan sejumlah pengusaha tembakau.

Pasalnya, penjualan olahan tembakau itu tidak menempuh prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Sementara menurut H. Atam pengusaha tembakau asal Desa Nangerang Kecamatan Sukasari mengatakan, biasanya penjualan olahan tembakau yang dijual bebas secara online itu jarang menggunakan pita dari bea cukai.

Dikatakan, miris sekali disaat kami harus membeli pita dengan harga 10 rupiah per gram, itu malah seenaknya dijual tanpa pita.

H. Atam mengaku sempat mengadukan permasalahan tersebut ke kantor Bea Cukai di Jakarta agar ada penindakan tegas.

Karena sangat merugikan para pengusaha tembakau yang jelas-jelas menempuh legalitas.

“Sanksi apabila tidak ada pita bea cukai bisa ditarik dari pasaran dan dikenakan denda,” tandasnya.

Selain tidak adanya pita bea cukai, kata Atam, biasanya penjualan olahan tembakau secara online itu dengan seenaknya memplesetkan lebel-lebel yang sudah terdaftar bahkan sudah terkenal.

“Mungkin untuk menarik pembeli sehingga dilakukan hal serupa, kami berharap Lebel yang sudah dipatenkan jangan sampai ad yang meniru atau menyerupai merek yang sudah ada diijinkan,” ungkapnya.

Dikarenakan kita sudah repot bayar pajak yang cukup tinggi ini ada yang melesetin merk di kasih ijin saja aneh kan.

“Sebenarnya kami sangat keberatan dengan pajak yang dikeluarkan Bea Cukai, pernah kita mengajukan permohonan penurunan pajak namun tidak di gubris pemerintah,” ujarnya. (Ceng)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close