HeadlineUmum

Herman Habibulllah: Petani Millenial Harus Jadi Pelopor On Farm-Off Farm

FORKOWAS.com – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang, Herman Habibulllah mengatakan, menggeliatkan potensi petani pengusaha milenial melalui pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya dalam menumbuhkembangkan minat generasi milenial menggeluti dunia pertanian.

Dalam rangka mengawal dan mendampingi petani milenial untuk mendukung ketahanan pangan wilayah, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang, Herman Habibullah mengunjungi Kebun Sae Garden Hydrofarm di Dusun Cikajang Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, pada Kamis 16 Juli 2020.

Herman mengapresiasi para petani milenial diantaranya, Didin Safari (Din’s Doank) yang telah mendirikan Sae Garden Hydrofarm.

“Kang Din memilih menjadi petani milenial berangkat dari hobi hingga mampu memproduksi sebagai upaya mendorong kedaulatan pangan,” ujarnya.

Bergerak di bidang usaha tani hidroponik, pengembangan bisnis ini tidak lepas dari program yang dicanangkan BPPSDMP Kementan, yaitu Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP).

“PWMP merupakan salah satu kegiatan Kementan dalam rangka mewujudkan regenerasi petani yang dirancang untuk penyadaran, penumbuhan, pengembangan dan pemandirian minat, ketrampilan, dan jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian,” ujarnya.

Kang Din mengakui bahwa selama pandemi covid-19, permintaan produknya justru meningkat.

“Tidak hanya memenuhi permintaan konsumen di wilayah Jatinangor dan Sumedang, tetapi Sae Garden Hydrofarm juga mensuplai sayuran hingga ke Bandung dan sekitarnya,” kata dia.

Bahkan, menyambut baik kunjungan Anggota DPRD Kab. Sumedang Herman Habibullah di Kebun Sae Garden Hydrofarm miliknya.

Dikatakan, Kang Din berharap kunjungan tersebut bisa memberikan motivasi serta mencetuskan petani muda milenial di Kabupaten Sumedang, dan Jatinangor khusunya.

Dalam kunjungan tersebut, Herman melangsungkan beberapa agenda.

Dimulai dengan diskusi dilanjutkan meninjau kontruksi hidroponik untuk tanaman sayuran.

Selain itu, Herman Habibullah membahas pengembangan PWMP dan peluang kerja sama.

Program PWMP ini terbagi dalam tiga tahapan, mulai dari tahap pertama penyadaran dan penumbuhan, pemandirian, dan pengembangan.

“Pemuda sangat produktif dan memilki cukup ruang untuk menata kehidupan lebih baik untuk maju serta mandiri dengan mengembangakan inovatifasi melalui sektor pertanian,” tuturnya.

Herman mengatakan pada saat ini waktu yang tepat bagi pemuda melirik untuk bertani dan menjadi pahlawan Bangsa.

”Petani millenial harus mampu menjadikan aktivitas dalam bertani tidak hanya berusaha di lahan pertanian (on farm). Tapi mampu berusaha di luar lahan (off farm) agar lebih memiliki nilai jual,” ucapnya.

Dikatakan, terutama pasca panen dan olahannya yang juga mampu membuat terobosan-terobosan baru, mau berinovasi di jaman Industri 4.0 ini. (Ceng)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close