HeadlineUmum

Komunitas RJB dan Perguruan Gagak Lawung Adakan Pagelaran Pencak Silat

FORKOWAS.com – Demi melestarikan budaya, komunitas Rakyat Jatinangor Bersatu (RJB) bekerjasama dengan perguruan pencak silat Gagak Lawung mengadakan pagelaran pencak silat di Jatinangor, Sumedang, Sabtu, (03/10/2020) malam.

Selain dari gagak lawung ranting Jatinangor, hadir pula beberapa perguruan pencak silat gagak lawung lainnya seperti dari Cimanggung, Tanjungsari, Pamulihan, Sukasari dan juga Rancakalong.

Perguruan gagak lawung sendiri terbentuk pada 10 Agustus 1980, di Andir Kota Bandung. Pertama kalinya di prakarsai oleh H. Beben Sudrajat bersama para tokoh pencak silat yang ada di Jawa Barat.

Tutur juga hadir dalam pagelaran ini seperti Manggala Garuda putih, FKPPI, Anshor, Pemuda Pancasila serta komunitas ojol JOOC.

Apit Suheri, guru besar gagak lawung Kab. Sumedang mengungkapkan bahwa keanggotaannya sendiri sudah mencapai ribuan orang dari setiap kabupatennya. Selain di Kota Bandung sebagai tatanan pusat itu sendiri, tatanan gagak lawung juga sudah ada di beberapa wilayah lainnya seperti Kab.Bandung, Sumedang, Cianjur, dan Jampang Kulon.

“Kami sudah mempunyai tatanan perguruan mulai dari pusat yang berada di Kota Bandung, kemudian tingkat cabang meliputi kabupaten, dan ranting untuk wilayah kecamatan hingga unit latihan yang tersebar hingga ke desa-desa,” terangnya.

Menurut Apit, setelah bersinergis dan bekerjasama dengan RJB, ia merasa lebih memiliki kesempatan untuk bersama-sama berkiprah dalam rangka melestarikan, meningkatkan, dan mengembangkan peran dalam seni budaya khususnya pencak silat.

“Kami berharap pemerintahan Kecamatan Jatinangor bersama RJB bisa memfasilitasi kami dalam pengembangan untuk menambah unit latihan dari setiap desa maupun sekolah-sekolah yang ada di Jatinangor. Walaupun yang mana kita tahu bersama saat ini sekolah belum bisa dilakukan karena pandemi,” tuturnya.

Namun kata Apit, kita tahu semua Jatinangor itu lebih dikenal sebagai kawasan pendidikan, akan tetapi, ia tetap berharap supaya bisa mengembangkan unit latihan di setiap desa maupun sekolah dikemudian harinya.

“Kami juga meminta kepada pemerintah serta instansi terkait supaya bisa meningkatkan pemberdayaan setiap seni budaya terutama pencak silat serta bisa bersinergis dengan pelaku-pelaku budaya seni dari setiap bidang terutama yang ada di wilayah Jatinangor umumnya di Sumedang,” ungkap Apit.

Apit menambahkan dengan adanya kerjasama dengan komunitas RJB ini, semoga bisa lebih eksis lagi kedepannya khususnya di bidang seni pencak silat dan umumnya budaya-budaya lainnya juga.

Sementara itu, penasihat RJB Roni Hermawan mejelaskan bahwa dengan diadakannya kegiatan seperti sosial, seni dan budaya merupakan bentuk nyata antara RJB dengan pencak silat gagak lawung.

Dengan begitu, kata Roni, ini salahsatunya membangun silaturahmi antara kesenian dan budaya yang ada di Jatinangor.

“Mari kita bersama-sama untuk mempererat tali persaudaraan dengan menjunjung dan mempopulerkan kesenian dan budaya yang ada di Jatinangor khususnya, umumnya di Sumedang. Semoga kedepannya RJB bisa lebih maju lagi,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Berlan selaku pengurus RJB, dengan diadakannya pagelaran seperti ni, mudah-mudahan kedepannya kita bisa bersinergi pula dengan pecinta seni-seni yang lainnya. Hal itu untuk mengangkat seni budaya Sunda serta memperkenalkan kesenian dari Jatinangor sehingga menjadikan Jatinangor kasohor.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan andil dalam pagelaran pencak silat ini. Tidak lepas dari itu, kami merasa senang sekali karena bisa bekerja sama dengan paguron gagak lawung, bisa mengangkat seni budaya pencak silat di wilayah Jatinangor khusus nya, Sumedang pada umumnya,” pungkas Berlan. (Wawan Setiawan)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close