Bewara JabarHeadline

Pandemi Covid-19, Perajin Handycraft di Tomo Mengeluh

SUMEDANG – Perajin handycraft miniatur truk mainan anak-anak di Desa Karyamukti, Kec. Tomo, mengeluh karena penjualan produk kerajinannya kini menurun drastis.

Penurunannya dampak resesi ekonomi yang terjadi saat ini, imbas wabah pandemi Covid-19.

“Disaat wabah Covid-19 sekarang ini, susah pemasarannya. Oleh karena itu, saya minta pemerintah membantu pemasarannnya,” ujar  perajin handycraft miniatur truk mainan, Maman Rustaman (38) ketika ditemui di rumahnya di  Kampung Caricangkas RT 01/RW 04,  Desa Karyamukti, Kec. Tomo, Jumat (9/10/2020).

Ia menyebutkan, menurunnya penjualan produk kerajinannya itu, terlihat dalam kondisi normal dirinya mampu  menjual miniatur truk rata-rata 10 unit per bulan.

Namun, disaat wabah Covid-19 anjlok menjadi rata-rata 4-5 unit per bulan.

“Saya ingin wabah Covid-19  ini cepat berlalu sehingga kondisi ekonomi normal lagi.  Kalau ekonomi normal, usaha juga  lancar lagi. Kebetulan ada pak bupati meninjau usaha kerajinan saya ini, sekalian juga saya mohon pemda membantu pemasarannya juga,” tutur Maman.

Selain pemasarannya, kata dia, dirinya pun ingin dibantu permodalan serta pengadaan mesin produksi.  Sebab, kedua faktor itu lah yang menjadi kendala selama 3 tahun menggeluti usaha kerajinan tersebut.

“Kendala selama ini, permodalan dan pembahanan (proses produksi-red). Saya membuat kerajinan miniatur truk ini masih manual. Saya berharap pak bupati membantu berbagai kekurangannya,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meninjau rumah produksi kerajinan handycraft miniatur truk milik Maman menuturkan, Pemkab Sumedang akan membantu pemasarannya. Misalnya, dengan membuat etalase di pinggir jalan supaya produk kerajinannya kelihatan oleh  konsumen yang melintas.

Selain itu, pemerintah kecamatan dan desa akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag untuk membantu memasarkan barang kerajinannya di mal, super market dan beberapa galeri.

“Kami akan membantu pemasaran produk kerajinan hasil karya Kang Maman ini. Saya berharap, nantinya ada show windows untuk memasarkan dan memamerkan produk kerajinannya,” kata  Dony seraya memberikan bantuan modal.

Lebih jauh ia menjelaskan, kerajinan miniatur truk mainan anak-anak hasil karya Maman, memiliki prosfek cerah.

Pemasarannya tak hanya di Sumedang saja, melainkan tembus sampai ke beberapa daerah di Indonesia. Sebab,  hasil kerajinannya sangat bagus bahkan  mirip aslinya.

Pemasarannya lewat daring sehingga banyak konsumen yang memesan melalui medsos. Produksinya sesuai keinginan konsumen.

“Saya sengaja datang ke sini untuk memotivasi Kang Maman agar terus berkarya dan tetap produktif. Usaha kerajinan ini bisa  menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan masyarakat sekitar. Saya sangat bersyukur. Kang Maman sangat kreatif.  Dia mampu memproduksi kerajinan miniatur truk secara otodidak dengan memanfaatkan limbah mebeler. Kebetulan di daerah ini  sentra mebeler,” ucapnya

Peran pemerintah, kata dia, memotivasi perajin supaya terus meningkatkan kualitas  produknya, membuat kemasan yang bagus serta memiliki  SNI (Standar Nasional Indonesia). (Devi Supriyadi)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close