HeadlineUmum

Polres Sumedang Ungkap Kasus Illegal Logging

FORKOWAS.com – Polres Sumedang berhasil mengungkap kasus tindak pidana illegal logging.

Lokasinya di kawasan Petak 12A1 RPH Keredok Blok Gunung Cangkuang Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang.

Satu orang menjadi tersangka berinisial MS alias Macan, seorang buruh warga Dusun Pajagan Rt 01 Rw 03 Desa Pajagan Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang.

“Tersangka diamankan pada Senin 30 November 2020 sekira pukul 14.10 WIB di Mes Pegawai Perkebunan Pisang Blok HGU Desa Amis Kec. Cikedung Kab. Indramayu,” kata
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Ia menjelaskan, pelaku melakukan penebangan kayu jenis sonokeling dan sonobrit di dalam kasawan hutan di Petak 12A1 RPH Keredok Blok Gunung Cangkuang Kecamatan Jatigede.

Sudah jelas tanpa disertai izin dari pejabat yang berwenang yang menghasilkan 34 (tiga puluh empat) batang log kayu sonokeling dan 36 (tiga puluh enam) batang log kayu sonobrit dengan menggunakan gergaji mesin (sinso).

“Kemudian, diangkut dengan kendaraan mobil Truck Nopol Z 8507 AB dan dikendarai oleh saudara Iman Wardiman,” ucapcap kapolres.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 34 (tiga puluh empat) batang log kayu Sonokeling berbagai ukuran, 36 (tiga puluh enam) batang log kayu Sonobrit berbagai ukuran,1 (satu) unit kendaraan mobil truk merk Mitsubishi FE 349 Light Truck warna Kuning Tahun 2000 Nopol Z 8507 AB, Noka MHMFE349EYR011906, Nosin 4D34001907 berikut Kunci Kontak dan STNK atas nama Sri Rahayu Nurmalela, 1 (satu) lembar Surat keterangan dari Desa Keredok Nomor : 525 / 10 / DS-2011 / VII / 2020, tanggal 4 Agustus 2020, 1 (satu) lembar SPPT PBB dan1 (satu) lembar terpal warna biru.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal tindak pidana orang perseorangan yang dengan sengaja melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa memiliki izin yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dan atau tindak pidana orang perseorangan yang dengan sengaja, mengangkut, menguasai, dan atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan.

Pasal 82 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e UURI No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah) atau tindak pidana setiap orang dilarang menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang
Pasal 78 ayat (5) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf e UURI No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).

Penulis: Hambali

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close