HeadlineUmum

4 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Jatinangor, Minim Bantuan

FORKOWAS.com – Bencana banjir serta tanah longsor di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor 9 Januari 2021 jadi sorotan nasional.

Namun, semua lebih fokus ke bencana longsor di Cimanggung yang memakan korban jiwa.

Sementraa, terdampak banjir di Jatinangor ada sekitar 4.000 jiwa berharap ada bantuan.

Dikonfirmasi, Camat Jatinangor Herry Dewantara mengatakan, intensitas hujan tinggi pada Sabtu (09/01) lalu, membuat terjadinya beberapa bencana.

Seperti, banjir dan longsor dibeberapa tiitk wilayah Sumedang.

“Bersamaan dengan tragedi longsor di Kecamatan Cimanggung, di Jatinangor terjadi banjir di enam titik. Diantaranya, Desa Sayang, Cipacing, Cikeruh, Mekargalih, Hegarmanah dan bencana longsor di Desa Cisempur,” ujarnya.

Camat menambahkan, setelah kejadian tersebut pihaknya langsung membuat Posko dan banyak donatur yang berdatangan guna membangun warga yang terdampak.

“Warga terdampak banjir dan longsor di Jatinangor hampir mencapai 4 ribu lebih. Diantaranya, 145 KK di Desa Cikeruh, Desa Sayang 455 KK, Mekargalih 164 KK, Hegarmanah 11 KK, Desa Cipacing 104 KK, Jatimukti, 23 KK terdampak Banjir untuk longsor Desa Cisempur 29 KK,” ujarnya.

Pihaknya telah koordinasi dengan SKPD terkait untuk memohon bantuan cadangan apabila terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan, karena cuaca hujan sulit diprediksi.

“Instruksi Forkopimda bahwa Cimanggung dan Jatinangor tanggap darurat selama 21 hari, kami stand by serta selalu siaga,” tandasnya.

Selain membuka posko siaga bencana, kata dia, untuk mendapatkan bantuan
juga dilakukan melalui Tim Penggerak PKK.

Termasuk, dari pemdes yang mempunyai inisiatif menggalang bantuan kepada para donatur.

Dan sampai saat ini, bantuan yang datang ke Jatinangor masih sangat kurang terutama bantuan sembako.

“Kemarin datang bantuan dari BPBD dan pagi tadi langsung didistribusikan ke Desa Cisempur. Sementara untuk pendistribusiannya kami langsung koordinasi dengan pihak desa agar tepat sasaraan,” katanya.

Pihaknya berharap bencana alam tidak terjadi lagi dan ini yang terkhir.***

Laporan: Enceng Syarif

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close