HeadlineUmum

Dies Natalis ke-65 IPDN, Digelar Seminar Nasional

"Optimalisasi Penyelenggaraan Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat Dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat"

FORKOWAS.com – Dies Natalis ke-65 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, diisi Seminar Nasional dengan tema Optimalisasi Penyelenggaraan Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dalam rangka Akselerasi Pembangunan serta Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Senin (15/3/2021).

Kegiatan tersebut dibuka Sejretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si juga bertindak sebagai keynote speaker yang juga diikuti oleh Rektor IPDN Jatinangor, Dr. Hadi Prabowo berikut jajaran pimpinan IPDN.

Rektor IPDN Jatinangor, Dr. Hadi Prabowo membenarkan itu merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka dies natalis IPDN ke-65 yang jatuh pada Rabu, 17 Maret 2021 nanti.

Menurut nya, IPDN akan melaksanakan dies natalis ke-65 dengan tema, meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi untuk mewujudkan daya saing di tengah pandemi Covid-19.

Dikatakan, seluruh rangkaian acara Dies Natalis IPDN diselenggarakan secara internal, terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat.

Dikatakan, seminar nasional itu dilaksanakan secara luring dan daring melalui aplikasi zoom meeting yang juga dapat disaksikan secara streaming melalui youtube Humas IPDN.

“Jumlah peserta seminar nasional ini mencapai 10.492 orang. Bahkan pelaksanaan seminar nasional ini mendapatkan apresiasi dari MURI dengan diberikannya piagam penghargaan kepada IPDN atas pesera terbanyak dalam pelaksananaan webinar tentang optimalisasi otonomi khusus Provinsi Papua dan Papua Barat,” ucapnya.

Rektor IPDN mengatakan, di usia ke-65 ini akan terus berdedikasi memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan inovasi-inovasi yang unggul.

“Salah satunya, adalah dengan diselenggarakannya seminar nasional,” ujar dia.

Menurut dia, itu salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat.

Rektor IPDN menyatakan, dalam seminar nasional tersebut fokus mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan otonomi khusus Papua dan Papua Barat.

Selanjutnya, melakukan analisis kritis terhadap permasalahan-permasalahan strategis dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan otonomi khusus Papua dan Papua Barat dalam akselerasi Pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Ia berharap dengan adanya seminar ini, dapat merumuskan formula dan strategi yang efektif terkait percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat serta menghasilkan rekomendasi kebijakan sebagai masukan bagi perumusan rancangan Undang-Undang otonomi khusus Papua yang berorientasi pada optimalisasi penyelenggaraan otonomi khusus Papua dan Papua Barat.

Nara sumber diantaranya, Direktur Jenderal Otonomi Kemendagri Dr. Akmal Malik, M.Si, Staf Khusus Kemendagri Dr. Kastorius Sinaga, Pansus Otonomi Khusus Papua DPR RI Komarudin Watubun, S.H., M.H, Anggota DPD-RI Yorrys Raweyai, Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, Tokoh Masyarakat Papua/Mantan Menteri Perhubungan RI Laksdya. TNI (Purn.) Freddy Numberi, Peneliti Otonomi Khusus Papua dari Universitas Gajah Mada Dr. Bambang Purwoko, M.A, Rektor Universitas Cendrawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T serta Guru Besar IPDN yakni Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S, Prof. Dr. Sadu Wasistiono, M.S dan Gubernur Provinsi Papua diwakilkan Biro Otsus, Fitalis Yumte ***

Laporan: Opah/Enceng Syarif

 

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close