Bewara JabarHeadline

H. Sa’dulloh: Proses Belajar untuk Sukses Membutuhkan Perjuangan

FORKOWAS.com – Pimpinan Pesantren Al Hikamussalafiyyah, H. Sa’dulloh mengatakan, proses belajar untuk menjadi orang sukses membutuhkan waktu yang lama dan perjuangan berat.

“Proses belajar dan proses mencari ilmu untuk menjadi orang sukses itu memerlukan perjuangan yang berat, panjang perjalanannya, dan waktu yang lama,” kata H Sa’dulloh dalam kegiatan Tasyakur Akhirussanah Yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2021).

Perjuangan mencari ilmu itu tidak hanya terbatas sampai selesai pesantren atau sekolah saja, atau tidak hanya selesai sampai berumah tangga.

Tetapi, mencari ilmu itu harus terus dilakukan selama kita masih hidup, lanjut H. Sa’dulloh.

“Kalau ingin mendapatkan kualitas ilmu, maka proses belajar mencari ilmu itu harus lama,” tegasnya.

Silahkan bacalah biografi orang-orang yang sukses dalam mencari ilmu.

Lihat bagaimana perjuangan para kiai, para ulama, tokoh-tokoh bangsa, tokoh-tokoh masyarakat yang telah sukses.

“Kalau melihat orang sukses, jangan hanya kagum saja. Tapi lihat bagaimana perjuangannya dan kalian ikuti,” ucapnya.

Sebagai contoh, menghafal Al qur’an sampai lancar itu butuh waktu lama, tidak bisa instan atau cepat.

Beres menghafal Al quran, itu hafalan harus terus dijaga.

Dan, proses manjaga hafalan Al quran sampai betul-betul lancar, itu butuh waktu cukup lama. Perlu istiqomah sampai 18 atau 20 tahun.

“Kalau selesai menghafal Al quran 3 tahun, terus hafalan itu ditinggalkan, maka akan habis hafalan Al-Qur’an tersebut dan tidak akan lancar-lancar,” ungkap H. Sa’dulloh.

Itu baru belajar ilmu menghafal Al-Qur’an saja, belum kalau ditambah belajarnya dengan ilmu-ilmu yang lainnya.

Seperti ilmu fiqih, tauhid, falak nahwu, shorof. Belum ditambah ilmu umum yang lainnya. Waktu belajarnya akan membutuhkan waktu lama lagi.

Apalagi kalau mengikuti seperti pengalamannya para kiai dan ulama zaman dulu. Sampai tua pun masih tetap berada di Pesantren belajar kepada guru-gurunya.

Kalau anak-anak zaman sekarang, kadang-kadang baru belajar 3 tahun saja di Pesantren, sudah mau istiqomah diam di rumah. Maunya nikah saja, berkeluarga, dan sudah menganggap selesai mencari ilmu itu.

“Jadi saya tegaskan ulang, lanjutkan mencari ilmu. Rugi kalau mencari ilmu hanya sebentar saja. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang sukses,” ujar H. Sa’dulloh. (Helmi)***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close