Bewara JabarHeadline

MDK Santri Baru Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, Terapkan Prokes

FORKOWAS.com – Mabadi Dirosah Kholafiyah (MDK) merupakan awal kegiatan belajar mengajar yang harus diikuti seluruh santri baru Pondok Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, Minggu (1/8/2021).

MDK merupakan ajang mengenal situasi dan kondisi lokasi pesantren bagi semua santri baru.

Selain sebagai pembelajaran awal, MDK pun menjadi ajang menakar potensi masing-masing santri.

Kegiatan diawali acara penyambutan santri baru berupa kesenian longser dan seni kreatif para santri kholafiyah serta juga lantunan salawat.

“Selama acara MDK, protokol kesehatan (Prokes) upaya pencegahan Covid-19 diperketat,” ujar Ketua Yayasan Mahad Kholafiyah Miftahul Hasanah, KH. Shofwan Wahyudin.

Dikatakan, panitia pun menyediakan ruangan isolasi bagi para santri baru yang datang dari luar Sumedang.

Artinya, mereka diisolasi mandiri sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar atau bergabung dengan santri yang lain.

Menurutnya, MDK berlangsung selama 3 hari dan pada hari pertama diisi dengan budaya literasi serta selayang pandang.

Juga dilakukan ikrar janji yang dibacakan untuk ketaatan dan kewajiban para santri yang dibacakan langsung pimpinan Pesantren KH. Shofwan Wahyudin atas nama Ketua Harian Hj. Ai Zakiyah Darajat.

MDK sendiri dengan Rounnddown acara yang telah disiapkan untuk 3 hari kedepan dimana hari berikutnya dengan giat Ta’aruf serta psikologi anak dan ideologi kepasantrenan (Metode belajar disaat pandemi) yang akan lanjut dengan beberapa giat lainnya hingga panggung ria kholafiyah di puncak acara nanti.

Kayla (15), salah satu santri asal Bandung dan sudah 4 tahun disana merasa bangga juga bahagia bisa belajar dan berada di lingkungan pasantren kholafyah.

Kendati harus menahan rasa kangen kepada keluarga di rumh, tapi dianggapnya sebagai pembelajaran.

Targetnya, hidup lebih mandiri di masa depan dengan ahlak yang terdidik dan menimba ilmu agama serta ilmu pendidikan modern lainnya.

Tampak pimpinan ponpes juga terus menyampaikan pesan sebagai rumusan pesantren.

‘Ulah eureun, sing daek cape, kudu mikir’, dengan penuh wibawa mendidik, semangat dan disiplin pada para santri.

Ia berharap Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah mampu mencetak generasi mandiri, berahlak serta menjadi manusia sejati.

Sejatinya, manusia itu untuk beribadah kepada Allah SWT dan itu menjadi program unggulan pesantren. (Egy)**

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close